Arief Setyadi
, Jurnalis-Senin, 09 Februari 2026 |06:28 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan layar)
JAKARTA – Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap keahlian Presiden Prabowo Subianto, nan mencapai 79,9 persen tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah dalam agenda pemberantasan korupsi, khususnya melalui peran aktif Kejaksaan Agung (Kejagung).
Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia mencatat, langkah progresif Kejagung, terutama dalam penelusuran dan pemulihan aset hasil korupsi, menjadi salah satu pendorong utama terbentuknya persepsi positif masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan tingkat kepuasan terhadap Presiden mempunyai hubungan nan sejalan dengan kepercayaan publik terhadap lembaga negara, terutama lembaga penegak hukum.
Dalam survei tersebut, Kejagung tercatat sebagai lembaga norma paling dipercaya publik saat ini. Tingkat kepercayaan terhadap Kejagung mencapai 80 persen, melampaui Mahkamah Konstitusi (MK) sebesar 75,1 persen, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 71,8 persen, serta Polri 65,5 persen.
Burhanuddin menyebut capaian ini sebagai nan tertinggi dalam dua tahun terakhir, setara dengan tingkat kepercayaan publik pada pertengahan 2024 nan juga berada di nomor 80 persen.
Kinerja penegakan norma Kejagung tersebut berimplikasi langsung pada penilaian masyarakat terhadap kondisi pemberantasan korupsi secara nasional. Tercatat 48,7 persen responden menilai kondisi pemberantasan korupsi saat ini berada dalam kategori baik alias sangat baik.
“Tren ini menunjukkan diagram nan stabil dan menguat dibandingkan periode survei sebelumnya,” ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil survei berjudul ‘Persepsi Publik Terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga Terhadap Lembaga-Lembaga Negara’ nan digelar secara virtual, Minggu (8/2/2026).
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·