Aktivis Juliet Lamont (Kanan)(Instagram)
KEPOLISIAN Federal Australia (AFP) tengah menyelidiki klaim pasukan Israel melakukan pemerkosaan dan penyiksaan terhadap sekelompok aktivis kemanusiaan. Para aktivis tersebut sebelumnya ditahan setelah mencoba menyalurkan support ke Gaza menggunakan kapal laut.
Langkah penyelidikan ini diumumkan tidak lama setelah empat aktivis perempuan, nan merupakan bagian dari armada kapal Global Sumud pada Mei lalu, menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong serta sejumlah pejabat senior, termasuk pihak kepolisian pada hari Senin.
Tercatat ada sebelas penduduk negara Australia di antara ratusan aktivis nan ditahan pasukan Israel pada 18 Mei, setelah armada kemanusiaan nan menuju Gaza tersebut dicegat di tengah laut.
Selepas pertemuan pada hari Senin, salah satu aktivis, Juliet Lamont, menyatakan bahwa Menlu Penny Wong memercayai klaim nan diajukan oleh golongan tersebut. Pihak kepolisian juga telah mengindikasikan bakal mengambil tindakan hukum.
"Mereka telah berkomitmen untuk melakukan penyelidikan independen terhadap tuduhan penculikan, pelecehan, pemerkosaan, dan penyiksaan nan kami ajukan," ujar Lamont kepada awak media.
Pihak AFP mengonfirmasi mereka telah memulai proses penyelidikan awal mengenai pemaparan kasus ini.
"AFP telah memulai penyelidikan terhadap tuduhan nan dibuat oleh perwakilan golongan tersebut," kata seorang ahli bicara AFP, seraya menambahkan kepolisian menggunakan "pendekatan nan berpusat pada korban dan peka terhadap trauma."
"AFP bakal memberikan pembaruan info pada waktu nan tepat," lanjut ahli bicara tersebut.
Pertemuan tersebut merupakan kali pertama Menlu Penny Wong bertatap muka langsung dengan para aktivis. Juru bicara instansi Menlu menyatakan kesempatan ini digunakan Wong untuk mendengarkan langsung pengalaman pahit nan mereka alami. Wong dilaporkan telah berulang kali mengangkat rumor tuduhan ini kepada pihak Israel dan mendesak adanya penyelidikan nan transparan.
"Menteri Wong telah mengecam tindakan otoritas Israel dan perilaku Menteri Israel Ben-Gvir nan telah kami jatuhi sanksi," ungkap ahli bicara Wong.
Sebelumnya, gelombang kecaman internasional meluas setelah menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah sebuah video nan memperlihatkan dirinya tengah mengejek para aktivis nan sedang bertimpuh dengan tangan terikat di belakang punggung. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, belakangan sempat menegaskan tindakan Ben-Gvir tersebut tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel.
Di sisi lain, Kedutaan Besar Israel di Australia membantah keras tuduhan tersebut. Pihak kedutaan justru menuduh kembali para aktivis sebagai provokator ahli dan menyatakan tuduhan mereka telah terbukti palsu.
"Mengenai klaim mereka tentang kekerasan bentuk dan seksual, hingga saat ini, tidak ada bukti andal nan diajukan, dan tidak ada keluhan resmi nan disampaikan kepada kedutaan," tulis pernyataan pihak kedutaan seperti dikutip oleh lembaga penyiaran nasional ABC. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·