JAKARTA - Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis Global Market Accessibility Review 2026. Indonesia mendapat catatan dari MSCI terhadap aspek information flow alias arus info pasar, dengan tetap memperkuat di pengelompokkan Emerging Market.
Menurut Global Chief Economist Juwai IQI, Shan Saeed, perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia dapat menjadi katalis positif untuk memperkuat daya saing pasar finansial nasional.
“Sejarah menunjukkan bahwa pasar modal nan sukses dibangun melalui proses perbaikan berkelanjutan. Korea Selatan dan India memperkuat daya saing pasar mereka melalui modernisasi regulasi, peningkatan tata kelola, dan transparansi nan lebih baik. Indonesia mempunyai kesempatan nan sama untuk melakukan perihal tersebut,” kata Shan, Jumat (20/6/2026).
Menurutnya, prospek ekonomi Indonesia tetap sangat menjanjikan. Dirinuanmelihat kombinasi pertumbuhan ekonomi nan kuat, struktur demografi nan produktif, disiplin fiskal, kekayaan sumber daya alam, serta berlanjutnya agenda reformasi menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk terus berkembang.
“Di tengah ekonomi dunia nan semakin terfragmentasi, negara nan mempunyai kombinasi skala, stabilitas, demografi, sumber daya alam, dan momentum reformasi semakin langka. Indonesia tetap menjadi salah satu di antaranya,” ujarnya.
Shan menilai kekuatan esensial ekonomi Indonesia tetap terjaga dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek pertumbuhan paling menarik di kawasan.
“Ekonomi besar tidak ditentukan oleh seberapa besar sorotan nan mereka hadapi, tetapi oleh keahlian mereka mengubah sorotan tersebut menjadi reformasi, reformasi menjadi kepercayaan, dan kepercayaan menjadi pembentukan modal jangka panjang. Trajektori Indonesia menunjukkan bahwa negara ini sedang melakukan perihal tersebut,” katanya.
Optimisme tersebut didukung oleh capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia nan mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·