Tangguh Yudha
, Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |17:09 WIB

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai penguatan keahlian esensial perusahaan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan investor. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai penguatan keahlian esensial perusahaan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan penanammodal terhadap pasar modal Indonesia. Semakin banyak perusahaan tercatat nan bisa menunjukkan keahlian positif, menerapkan tata kelola nan baik, serta menjaga keterbukaan informasi, maka kepercayaan penanammodal bakal dapat pulih secara bertahap.
"Nomor satu nan untuk mengembalikan kepercayaan penanammodal adalah esensial performance," kata Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono saat ditemui usai aktivitas Musyawarah Anggota AEI 2026 nan digelar di Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, peningkatan keahlian perusahaan perlu melangkah beriringan dengan penerapan tata kelola nan baik. Emiten juga kudu memastikan beragam tanggungjawab keterbukaan info dilakukan secara proper, termasuk melalui penyampaian annual report dan penyelenggaraan analyst meeting.
"Sebanyak-banyaknya lebih banyak perusahaan nan kinerjanya semakin bagus, tata kelolanya juga dilaksanakan dengan baik, aktivitas dari annual report, dari analyst meeting juga dilakukan dengan proper, dan keterbukaan informasinya semuanya transparan dengan baik, semestinya bakal lambat laun dengan proses bakal menjadi semakin lebih baik," sebut Armand.
Namun demikian, dia menekankan upaya memperkuat kepercayaan penanammodal tidak dapat dilakukan oleh emiten secara sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan kerja sama seluruh pihak nan berada dalam ekosistem pasar modal, termasuk Self-Regulatory Organization (SRO) dan perusahaan tercatat.
"Tentunya semua ini kudu kerja sama dengan seluruh ekosistem, SRO, dan seluruh perusahaan," lanjutnya.
Lebih jauh, Armand mengatakan pasar modal Indonesia dan para emiten saat ini menghadapi beragam tantangan, baik nan berasal dari kondisi dunia maupun domestik. Di tengah kondisi tersebut, emiten juga dituntut untuk terus meningkatkan keahlian agar dapat menjadi lebih kompetitif.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·