Kepala Staf Kepresidenan Dudung: Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah rumor nan menyebut ada intimidasi maupun tekanan terhadap masyarakat nan mau berbincang politik alias memberikan kritik kepada pemerintah. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto secara aktif meminta masukan dari beragam pihak.

Hal ini merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) nan menyebut bahwa kebanyakan penduduk merasa takut berbincang mengenai politik di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Bapak Presiden mau setiap saat minta masukan. Beliau menyampaikan, 'kita kudu berani bicara, kita kudu berani berpendapat, tapi kita kudu berani mendengarkan pendapat orang lain'," kata Dudung dikutip dari siaran persnya, Kamis (14/5/2026).

Jamin Tak Ada Ancaman

Dia meminta masyarakat tidak memelintir situasi dan membikin narasi seolah-olah pemerintah menolak masukan alias tidak mau dikoreksi. Dudung menilai kritik, kebencian, hingga tuduhan di ruang publik dan media sosial selalu ada dalam kehidupan berdemokrasi.

"Gus Dur (Presiden keempat RI) pernah menyampaikan bahwa sebenar apapun nan Anda lakukan, sebaik apapun nan Anda kerjakan, pasti ada kebencian orang lain," tuturnya.

Dudung memastikan bahwa hingga sekarang tidak ada ancaman alias tekanan bagi pihak nan menyampaikan koreksi kepada pemerintah.

"Jangan kemudian seakan-akan ada intimidasi, jika ada intimidasi berfaedah juga menyatakan bahwa pemerintah ini tidak mau dikoreksi. Janganlah dibuat-buat seperti itu," tegas Dudung.

Program Pemerintah untuk Rakyat

Dia juga menyoroti beragam program pemerintah nan telah melangkah dan memberikan akibat nyata setelah dia melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Dudung menyebut bahwa program-program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan membawa perubahan nan signifikan.

Terkait adanya kekurangan pada penyelenggaraan program baru seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis), Dudung mengibaratkannya seperti proses alamiah.

Dia membujuk seluruh komponen masyarakat untuk mengedepankan hati nurani demi bersama-sama membangun bangsa, serta tidak membiarkan situasi politik memecah belah persatuan dan kesatuan negara.

"Saya berambisi media pun punya jiwa nasionalisme, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara," ujar Dudung memungkasi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita