Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti buka bunyi mengenai info tukang becak di Kulon Progo nan tiba-tiba naik jadi kategori desil 9. Amalia memastikan, info tersebut sekarang telah dimutakhirkan dan masuk ke kategori desil 3.
“Kan, sudah. Sudah dimutakhirkan sekarang dia ada di desil 3,” sebut Amalia saat ditemui di rumah dinas Kepala MPR RI di Jakarta Selatan, Jumat (28/8).
Ia menjelaskan, perubahan tersebut awalnya terjadi lantaran info sebelumnya belum dimutakhirkan melalui kanal nan telah disediakan.
“Karena beliau belum memasukkan datanya itu ke dalam kanal pemutakhiran,” ucap Amalia.
Menurutnya, pemutakhiran info menjadi kunci agar info nan tercatat dapat mencerminkan kondisi masyarakat sesuai dengan kebenaran terbaru.
“Jadi pemutakhiran menjadi kunci agar datanya sesuai dengan kebenaran nan terbaru,” tutur Amalia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan info tukang becak tersebut sedang diperbaiki oleh BPS salah satunya melalui Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, anggaran nan digelontorkan sangat besar.
“Saya ngeluarin duit cukup banyak loh untuk ke BPS tahun ini, ya. Jadi info DTSEN sama Sensus Ekonomi itu jika nggak salah nyaris Rp 7 triliun,“ ungkapnya usai Sidang Debottlenecking, dikutip Jumat (28/8).
Purbaya mengungkapkan BPS sudah meminta tambahan anggaran pada awal tahun 2026, khususnya untuk memastikan perbaikan DTSEN melangkah dengan baik.
Adapun Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan menjelaskan, anggaran Rp 7 triliun merupakan total alokasi anggaran operasional dan program BPS secara keseluruhan.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·