Taufik Fajar
, Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |10:41 WIB

Kepala BPS (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara door to door pada 15 Juni 2026. Pendataan ini bakal berjalan selama dua separuh bulan hingga 31 Agustus 2026.
SE2026 menjadi sangat strategis lantaran bisa merekam kondisi terkini perekonomian Indonesia nan mengalami beragam perubahan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, mulai dari transformasi digital, akibat pandemi, hingga perubahan struktur ekonomi.
Hasil sensus ini bakal menjadi landasan krusial dalam penyusunan kebijakan pembangunan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga provinsi dan kabupaten/kota.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan pelaku upaya serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan, BPS melakukan pencanangan SE2026 di beragam daerah.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, secara langsung menghadiri pencanangan SE2026 di Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (17/6), setelah sebelumnya menghadiri pencanangan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan pada 10 Juni 2026.
Pencanangan SE2026 di Kepulauan Riau berjalan di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjung Pinang, dan dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni, para bupati dan wali kota se-Kepulauan Riau, jejeran Forkopimda, ketua lembaga vertikal, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau Toto Haryanto Silitonga, serta para petugas Sensus Ekonomi 2026.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·