Tunda Tarif Impor 50 Persen, Trump Sebut AS dan Kanada Capai Kesepakatan Dagang

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Tunda Tarif Impor 50 Persen, Trump Sebut AS dan Kanada Capai Kesepakatan Dagang Presiden AS Donald Trump menunda pengenaan tarif 50% terhadap barang-barang Kanada selama tiga hari setelah kedua negara mencapai kesepakatan dagang.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda pengenaan tarif baru sebesar 50% terhadap beragam peralatan impor asal Kanada selama tiga hari. Penundaan ini dilakukan seiring dengan finalisasi arsip kesepakatan dagang antara kedua negara.

Pengumuman penundaan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial, kurang dari dua jam sebelum bea masuk terhadap peralatan impor Kanada senilai nyaris US$20 miliar (sekitar CAD 28 miliar) dijadwalkan berlaku.

"Saya telah menunda Tarif 50% terhadap Kanada, nan dijadwalkan bertindak besok pagi untuk jangka waktu tiga hari, berasas kebenaran bahwa Kanada dan AS, berjuntai pada finalisasi dokumen, telah mempunyai KESEPAKATAN!" kata Trump dalam unggahannya.

Sebelumnya, negosiasi antara kedua belah pihak sempat mengalami kebingungan mengenai beberapa rumor mendasar, termasuk tarif AS untuk sektor otomotif serta langkah kebanyakan provinsi di Kanada nan melarang penjualan minuman beralkohol asal AS.

Dalam unggahan nan sama, Trump juga mengisyaratkan kesempatan dihidupkannya kembali proyek pipa minyak Keystone XL nan menghubungkan Alberta dengan AS, sebuah proyek nan sebelumnya dibatalkan pemerintahan Barack Obama dan Joe Biden.

"Pipa Keystone XL nan hebat, nan dulu dimatikan oleh Sleepy Joe Biden, mungkin bakal dibangunkan dari kubur!" tulis Trump di Truth Social.

Sinyal penundaan ini menjadi berita baik bagi kalangan upaya di kedua negara. Sejumlah pihak sebelumnya telah meminggirkan kekhawatiran bahwa penerapan tarif baru tersebut berpotensi merusak perekonomian kedua belah pihak.

Kamar Dagang AS turut mendesak agar kesepakatan segera dicapai. Mereka menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "Tarif nan lebih tinggi bakal merusak kedua perekonomian, meningkatkan biaya bagi keluarga-keluarga di AS, makin mengganggu rantai pasokan penting, dan mempertaruhkan 13 juta lapangan kerja penduduk Amerika nan berjuntai pada perdagangan di bawah Perjanjian Perdagangan AS-Meksiko-Kanada".

Dalam negosiasi intensif nan berlangsung, kedua negara dikabarkan membahas penurunan tarif AS untuk produk otomotif Kanada dari 25% menjadi 15%. Di sisi lain, AS meminta sejumlah kelonggaran dari Kanada, termasuk pembukaan akses kuota produk susu bagi produsen keju AS serta pencabutan larangan penjualan minuman beralkohol asal AS di tingkat provinsi. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia