Kepala BIN Respons Respons Demo Besar Juli 2026 Jika Ekonomi Memburuk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Herindra, merespons santuy namun waspada mengenai ancaman Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) nan berencana menggelar demonstrasi besar-besaran berjudul "Reformasi Jilid II" pada Juli mendatang. Aksi tersebut digaungkan mahasiswa jika pemerintah kandas memperbaiki kondisi ekonomi nasional dalam tenggat waktu 18 hari.

Herindra mengimbau seluruh komponen masyarakat dan mahasiswa untuk tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan nan justru dapat merugikan kepentingan nasional.

“Ah nan krusial kita semua kudu menjaga ya, persatuan kesatuan. Jangan sampai ada perihal nan tidak menguntungkan bagi kita semua ya,” ujar Herindra saat dimintai tanggapan oleh wartawan di Gedung DPR, Senayan, Kamis (11/6/2026).

Senada dengan Kepala BIN, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga angkat bicara mengenai rencana pergerakan massa mahasiswa tersebut. Kapolri menegaskan bahwa Korps Bhayangkara menghormati kewenangan setiap penduduk negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun penyampaian aspirasi tersebut kudu dilakukan secara tertib dan konstruktif.

“Terkait dengan aktivitas di masyarakat, tentu kita selalu mengimbau agar semua aktivitas dilaksanakan dalam corak nan konstruktif,” kata Listyo, Rabu (10/6/2026).

Jenderal Listyo memastikan jejeran kepolisian bakal mengawal penuh jalannya tindakan agar tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban umum. “Kami, Polri, tentunya bakal terus menjaga agar apa pun corak aktivitas dan aspirasi dari masyarakat semuanya dalam kondisi nan konstruktif dan terukur. Dan itu menjadi imbauan kita berbareng di tengah situasi nan ada,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita