Liputan6.com, Jakarta - Kepala BGN alias Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan program digitalisasi berjudul Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dapat menambah sarana pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan mengatakan, kehadiran aplikasi nan dicetuskan Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal itu dapat memacu kesungguhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam melaksanakan program MBG.
"Dengan adanya aplikasi Jaga Desa ini menambah pengawasan tersebut, sehingga saya kira ini bakal membikin seluruh mitra kami, seluruh SPPG kami, bakal semakin serius mengurus program makan bergizi; bakal semakin berkualitas, semakin akuntabel," ujar Dadan ditemui usai aktivitas Jaga Desa Award 2026 di Jakarta, Minggu malam 19 April 2026, melansir Antara.
Menurut dia, aplikasi Jaga Desa relevan dengan program MBG. Aplikasi itu, kata Dadan, memungkinkan beragam aspek pembangunan di desa, termasuk penggunaan biaya nan berasal dari duit rakyat, dipantau secara digital.
Dadan menyebut, 93 persen anggaran BGN untuk MBG turun ke rekening virtual (virtual account) SPPG di seluruh Indonesia nan kebanyakan berada di desa-desa.
"Dengan kerja sama BGN dengan Kejaksaan Agung, saya kira pengawasan mengenai dengan pemanfaatan biaya di virtual account di setiap SPPG bakal semakin intens," kata dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·