Kepala BGN Sudaryono mewanti-wanti agar pemilik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tidak memasak menggunakan MinyaKita dan gas elpiji 3 kg.
"Ya, tidak boleh masak untuk MBG memakai MinyaKita. Kita tidak boleh memakai gas melon tiga kilo dan tidak boleh memakai beras kita SPHP," kata Sudaryono dalam konvensi pers di kantornya, Senin (27/7).
Ia menegaskan bakal menindak tegas andaikan ada pemilik dapur nan memasak menggunakan barang-barang tersebut.
"Kalau ada, misalkan awak media menemukan di sosial media, silakan dilaporkan. Dapur mana menggunakan, kelak kita bakal beri surat," kata dia.
"Akan kita beri teguran surat peringatan. Kalau memang ngeyel babil kita tutup," sambungnya.
Suspend 833 Dapur MBG
Sebelumnya, Sudaryono juga mengungkapkan terdapat 833 dapur MBG nan di-suspend permanen, dalam periode ini. SPPG itu berada di beragam daerah.
"Yang kami suspend per hari ini nan terdiri dari 98 di wilayah 1, wilayah Sumatera, 311 di wilayah Jawa dan Madura dan wilayah 3, 424 dengan total 833 (dapur nan di-suspend)" ujarnya.
Sudaryono memastikan hukuman kali ini berbeda dengan nan diberikan BGN sebelumnya. BGN memastikan SPPG nan disanksi tidak bisa beraksi dan tidak dibayar.
"Dapur nan di-suspend secara permanen itu bukan kaya nan lalu, misalnya dulu kan di-suspend, tapi tetap dibayar, tapi ini sudah di-suspend, tutup, tidak dibayar," kata Sudaryono.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·