Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 12 April 2026 |13:00 WIB

BGN (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) buka bunyi mengenai anggaran jasa Event Organizer (EO) sebesar Rp113 miliar nan saat ini tengah menjadi sorotan. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut penggunaan jasa EO merupakan suatu kebutuhan bagi lembaganya nan tetap dalam tahap awal pembentukan.
Menurut Dadan, sebagai lembaga baru nan dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional, BGN tetap berada dalam fase pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam kondisi tersebut, sumber daya internal dinilai belum sepenuhnya siap.
"Sebagai lembaga baru nan dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum mempunyai sumber daya internal nan sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan aktivitas berskala besar secara mandiri," kata Dadan dalam keterangan resminya, Minggu (12/4/2026).
Dia menjelaskan, EO mempunyai skill unik dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, hingga mitigasi akibat operasional. Hal ini dinilai krusial agar penyelenggaraan program dapat melangkah optimal tanpa terkendala keterbatasan internal.
"Hal-hal ini memerlukan pengalaman dan tim nan solid nan secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya.
Selain itu, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola manajemen dan finansial nan lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan, pembayaran, hingga pelaporan aktivitas dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·