Lembang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sejumlah kendaraan dari pabrikan asal Eropa turut diikutsertakan dalam rangkaian uji coba teknis bahan bakar biodiesel 50% (B50).
Hal itu demi memastikan keandalan bahan bakar nabati tersebut terhadap beragam ragam teknologi mesin diesel internasional nan beredar di pasar domestik sebelum masuk dalam tahap penerapan komersial.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pelibatan merek non-Jepang menjadi salah satu poin krusial dalam pengetesan B50. Menurutnya, partisipasi produsen otomotif Eropa menunjukkan komitmen lintas pemangku kepentingan untuk mendukung sasaran kemandirian daya nasional melalui program biodiesel.
"Sembilan unit untuk sektor otomotif dan kali ini pabrikannya bukan hanya pabrikan Jepang, pabrikan Eropa juga ikut. Bus sama truk besarnya ya, UD Truck, itu Mercedes. Jadi ini Eropa juga baru turut dan juga beda dengan nan B40 dulu ini lebih banyak kendaraannya nan ikut," ungkapnya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip Rabu (22/4/2026).
Kendaraan Eropa nan mengikuti uji jalan (road test) tersebut mencakup kategori kendaraan berat seperti bus dan truk besar dengan kapabilitas di atas 3,5 ton. Melalui uji coba nan dilakukan, pemerintah mau membuktikan bahwa spesifikasi B50 bisa memenuhi standar kendaraan dengan beban kerja tinggi serta tuntutan emisi nan lebih bersih.
Dengan begitu, pemerintah menargetkan pengetesan di sektor otomotif rampung pada Juni mendatang agar program mandatori B50 siap diimplementasikan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 Juli 2026. Selain otomotif, pengetesan juga dilakukan secara komprehensif pada sektor pertambangan, perkeretaapian, maritim, hingga perangkat mesin pertanian.
"Hasil uji menunjukkan bahwa B50 mempunyai keahlian nan andal, kondusif digunakan, dan kompatibel dengan teknologi nan ada saat ini serta tidak ada hambatan nan signifikan," pungkas Eniya.
Di samping itu, Ketua Tim Uji B50 Cahyo Setyo Wibowo menambahkan bahwa pengetesan dilakukan dalam kondisi mesin standar tanpa adanya penyesuaian unik dari pihak pabrikan. Ia menekankan bahwa seluruh prosedur operasional tetap mengikuti standar pelayanan (SOP) nan ditentukan oleh masing-masing produsen kendaraan nan terlibat guna menjaga keandalan info hasil uji.
"Tadi disampaikan memang ada pabrikan Eropa nan ikut serta di dua kendaraan, satu bis, satu truk besar. Kami dalam pengetesan ini barengan kerja sama dan support baik dari engineer ataupun teknisinya dari masing-masing pabrikan nan ikut serta," kata Cahyo dalam kesempatan nan sama.
Berdasarkan info Kementerian ESDM, penerapan program B50 nan ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan sasaran penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter alias sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.
Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan pengedaran di beragam wilayah.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti perangkat berat dan perkeretaapian bakal selesai berjenjang hingga akhir tahun. Dengan hasil uji sementara nan menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap memperkuat kemandirian daya nasional.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·