Kendalikan Inflasi, Mendagri Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam dan Beras

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Mendagri Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di instansi Kemendagri, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Kemendagri RI

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah wilayah (pemda) mewaspadai kenaikan nilai sejumlah komoditas pangan nan berpotensi mendorong inflasi nasional. Tiga komoditas nan menjadi perhatian ialah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

Hal itu disampaikan Mendagri pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah nan dirangkaikan dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (14/9/2026).

Mendagri mengatakan, meski inflasi nasional tetap berada pada level nan relatif terkendali, ialah 3,19 persen, angkanya menunjukkan tren kenaikan dari sebelumnya 2,88 persen. Secara bulanan, inflasi Juli ke Agustus 2026 juga meningkat 0,21 persen.

Menurutnya, kenaikan tersebut terutama dipengaruhi golongan makanan, minuman, dan tembakau, bagian pendidikan, serta perawatan pribadi. Dari golongan pangan, pemerintah perlu mencermati pergerakan nilai daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

"Bulog mungkin bisa melakukan operasi pasar dengan Badan Pangan Nasional dan gimana untuk mengumpulkan para pemasok dan produsen, dicari penyebab harganya kenapa bisa naik," ujarnya.

Selain pangan, Mendagri meminta kewaspadaan terhadap kenaikan nilai minyak bumi nan dapat berakibat pada biaya transportasi, khususnya pikulan udara. Ia mengingatkan Kementerian Perhubungan agar mengantisipasi akibat kenaikan nilai avtur terhadap tarif pikulan nan diatur pemerintah.

Mendagri Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di instansi Kemendagri, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Kemendagri RI

Pada kesempatan itu, Mendagri juga menyoroti disparitas inflasi antardaerah. Ia meminta pemda dengan inflasi tinggi segera memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selain itu, Mendagri mengapresiasi wilayah nan bisa menjaga stabilitas nilai sehingga inflasi terkendali. “Saya ucapkan terima kasih [daerah] nan bisa mengendalikan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir menekankan pentingnya langkah antisipatif agar kenaikan nilai sejumlah komoditas dapat dikendalikan. Ia meminta pemda dan pihak mengenai memahami pola konsumsi masyarakat dan memantau perkembangan nilai sebelum mencapai pemisah toleransi sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.

"Ini nan perlu diperhatikan dan dimonitor betul pemisah toleransi mana dia naik kemudian kita melaksanakan intervensi tadi, agar jangan naik tinggi dulu baru kita berbuat," ujarnya.

Tomsi juga meminta pemantauan nilai daging ayam dilakukan pada setiap rantai distribusi, mulai dari peternak, distributor, hingga konsumen, agar langkah pengendalian nan dilakukan tepat sasaran. Selain itu, dia meminta komoditas lainnya nan mendorong kenaikan inflasi terus dipantau dan dikendalikan harganya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan