Dispendukcapil Pasuruan Jemput Bola Bantu Perekaman e-KTP ODGJ & Lansia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Para petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Pasuruan selalu punya cerita saat melakukan perekaman e-KTP ke rumah-rumah warga. Seperti nan terlihat di RT 1 RW 14 Dusun Pandean, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Selasa (8/9).

Dua orang petugas Dispendukcapil dibantu pihak desa kudu ekstra sabar untuk melayani permintaan penduduk nan salah satu personil keluarganya tengah mengalami gangguan jiwa alias ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).

Selain itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan Tectona Jati turut merasakan betul gimana perjuangan untuk membikin salah satu penduduk tersebut mau difoto. Sebab, arsip kependudukan adalah kewenangan seluruh penduduk negara tanpa terkecuali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapapun, entah itu dalam kondisi sakit alias mungkin ODGJ, andaikan info kependudukannya belum ada, maka kami bantu sampai ada. Kita jemput bola ke rumah-rumah warga," kata Tectona dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Tectona menjelaskan jemput bola perekaman e-KTP ke rumah penduduk merupakan realisasi dari penemuan "Si Mamah", singkatan dari Siap Melayani Di Rumah. Inovasi ini digunakan untuk membantu masyarakat nan mempunyai keterbatasan bentuk maupun mental, sehingga tidak bisa melaksanakan perekaman di Kantor Dispendukcapil, kecamatan, maupun Mal Pelayanan Publik.

"Kita melayani masyarakat nan tidak bisa ke mana-mana lantaran sakit seperti stroke, lumpuh, difabel ataupun ODGJ. Petugas dan perangkat perekaman portabel kita bawa ke rumah warga," jelasnya.

Hampir setiap hari, petugas jasa Dispendukcapil selalu menerima permohonan perekaman KTP-el langsung ke rumah warga, baik dari pihak desa, kecamatan, alias melalui WA Hotline Service Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, jasa kependudukan ini sudah melangkah nyaris tiga tahun. Tujuannya semata-mata agar kewenangan setiap penduduk untuk mempunyai identitas kependudukan terpenuhi.

"Kami mau memberikan pelayanan manajemen kependudukan secara langsung di rumah penduduk dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat, termasuk penduduk lansia, disabilitas, alias nan kesulitan datang ke instansi Dispendukcapil," tegas Tectona.

Sementara itu, Achmad Saifudin, salah satu penduduk Dusun Arjosari, Desa Kejapanan, mengaku berterima kasih kepada Dispendukcapil nan telah membantu adik iparnya, Suhartono, mendapatkan kewenangan kependudukannya meski dalam kondisi mengalami gangguan jiwa.

"Adik ipar saya saat ini merupakan ODGJ. Dan syukur alhamdulillah dibantu agar dapat arsip kependudukannya," ungkap Achmad.

(akd/akd)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News