Kenapa Pesawat Tidak Boleh Terbang Menembus Abu Vulkanik? Ini Alasannya

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Kenapa Pesawat Tidak Boleh Terbang Menembus Abu Vulkanik? Ini Alasannya

Kenapa Pesawat Tidak Boleh Terbang Menembus Abu Vulkanik. (Foto: Freepik)

PERNYATAAN soal kenapa pesawat tidak boleh terbang menembus abu vulkanik mungkin muncul di akal banyak orang saat ini seiring erupsi Anak Krakatau. Banyak orang mungkin mempertanyakan apa alasannya.

Erupsi Anak Krakatau nan terjadi beberapa hari terakhir turut memberi akibat terhadap penerbangan di Indonesia. Sejumlah airport apalagi ditutup, salah satunya Bandara Soekarno-Hatta, imbas abu vulkanik. Mari mengulas secara mendalam pesawat tidak boleh terbang menembus abu vulkanik.

 Letusan Dahsyat 1883 nan Buat Dunia Gelap 2,5 Hari hingga Munculnya Anak Krakatau

1. Abu Vulkanik Bisa Merusak Mesin Pesawat

Dilansir dari Business Insider, salah satu argumen pesawat tidak boleh terbang adalah abu vulkanik bisa merusak mesin pesawat. Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material tersebut terdiri atas partikel batuan dan mineral nan sangat halus, tetapi mempunyai sifat abrasif.

Masalah paling serius terjadi ketika partikel abu masuk ke dalam mesin jet. Mesin pesawat bekerja pada suhu nan sangat tinggi. Ketika abu vulkanik masuk ke bagian mesin, partikel tersebut dapat meleleh dan menempel pada komponen turbin.

Setelah melewati bagian nan lebih dingin, material tersebut dapat mengeras dan mengganggu aliran udara di dalam mesin. Dalam kondisi tertentu, proses ini dapat menyebabkan mesin kehilangan tenaga alias apalagi mati.

2. Kaca Depan Pesawat Juga Bisa Rusak

Selain itu, ancaman abu vulkanik tidak hanya datang dari mesin. Ketika pesawat melaju dengan kecepatan tinggi dan melewati awan abu, partikel vulkanik dapat menghantam kaca depan pesawat seperti proses pengamplasan.

Dalam kejadian nan pernah dialami British Airways 009 pada Juni 1982, kaca depan pesawat mengalami kerusakan parah hingga nyaris tidak dapat digunakan untuk memandang ke luar. Kondisi tersebut tentu sangat rawan lantaran pilot memerlukan visibilitas nan baik untuk mengendalikan dan mendaratkan pesawat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com