Kenapa Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kenapa Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Penjelasannya

Pulau Kalimantan. (Foto: Freepik)

KALIMANTAN dikenal sebagai salah satu wilayah dengan rimba hujan tropis nan luas dan kaya bakal keanekaragaman hayati. Hutan nan membentang di pulau ini mempunyai peran krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari menyerap karbon dioksida hingga menjadi kediaman beragam satwa langka. Karena peran tersebut, Kalimantan kerap dijuluki sebagai "Paru-Paru Dunia".

Julukan Paru-Paru Dunia bukan sekadar ungkapan untuk menggambarkan hijaunya rimba Kalimantan. Ekosistem rimba tropis di pulau ini berkedudukan dalam menyimpan karbon, menjaga siklus air, serta membantu mengatur iklim.

Namun, apa sebenarnya argumen Kalimantan disebut sebagai Paru-Paru Dunia? Berikut penjelasannya.

5 Daerah Terkaya di Pulau Kalimantan

1. Memiliki Hutan Hujan Tropis nan Luas

Dilansir dari laman Disdikbud Pontianak, salah satu argumen utama Kalimantan mendapat julukan Paru-Paru Dunia adalah keberadaan rimba hujan tropis nan menjadi bagian krusial dari ekosistem Pulau Borneo.

Pulau Borneo terbagi menjadi wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bagian nan masuk wilayah Indonesia dikenal sebagai Kalimantan. Hutan di pulau ini terdiri atas beragam ekosistem, mulai dari rimba dataran rendah, rimba pegunungan, hingga rimba rawa gambut.

Hutan hujan tropis mempunyai vegetasi nan lebat dan beragam. Pepohonan tumbuh dengan beragam ukuran, mulai dari tumbuhan bawah hingga pohon-pohon besar nan membentuk kanopi hutan.

Keberadaan vegetasi tersebut membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menyediakan kediaman bagi satwa liar, rimba juga menyimpan karbon dan mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat nan berjuntai pada sumber daya alam.

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), Borneo merupakan salah satu area dengan keanekaragaman hayati nan sangat tinggi, termasuk menjadi kediaman bagi orangutan dan ribuan jenis tumbuhan.

2. Menyerap Karbon Dioksida dan Menyimpan Karbon

Hutan Kalimantan berkedudukan krusial dalam membantu mengurangi jumlah karbon dioksida (CO₂) di atmosfer. Gas ini merupakan salah satu gas rumah kaca nan berkontribusi terhadap pemanasan global.

Melalui fotosintesis, tumbuhan menyerap karbon dioksida dari udara dan menggunakan daya mentari untuk menghasilkan gula sebagai sumber energi. Proses tersebut juga menghasilkan oksigen nan dilepaskan ke atmosfer.

Sebagian karbon nan diserap kemudian disimpan dalam batang, cabang, daun, akar, serta tanah. Karena itu, rimba nan terjaga dapat berfaedah sebagai penyerap sekaligus penyimpan karbon dalam jangka panjang.

Meski demikian, keahlian rimba menyerap karbon tidak selalu sama. Usia pohon, kondisi tanah, jenis vegetasi, dan gangguan lingkungan dapat memengaruhi jumlah karbon nan diserap dan disimpan.

Ketika rimba ditebang alias dibakar, karbon nan tersimpan dalam biomassa dan tanah dapat dilepaskan kembali ke atmosfer. Akibatnya, kerusakan rimba tidak hanya mengurangi keahlian alam menyerap karbon, tetapi juga dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑