Feby Novalius
, Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |14:10 WIB

Kenapa nilai bensin di Singapura sangat mahal? (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Kenapa nilai bensin di Singapura sangat mahal?
Harga bensin di Singapura mengalami kenaikan signifikan dan menjadi salah satu nan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan nilai minyak mentah bumi akibat bentrok antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran nan mengganggu pasokan global.
Saat ini, nilai bensin di Singapura mencapai USD2,35 alias sekitar Rp39.869 per liter (kurs Rp16.968) untuk RON 95. Sementara itu, bensin RON 98 dijual seharga USD2,65 per liter.
Kenaikan nilai bensin tersebut terjadi lantaran melonjaknya nilai minyak dunia, terutama akibat gangguan pengedaran di area Timur Tengah. Selat Hormuz, nan menjadi jalur krusial perdagangan energi, dilaporkan terdampak bentrok sehingga memicu lonjakan nilai minyak global.
Direktur Manajemen UOB Kay Hian, Kenneth Goh, menyebut Selat Hormuz mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari alias lebih dari seperempat perdagangan minyak maritim global. Gangguan di jalur tersebut menyebabkan pasokan terganggu dan nilai minyak melonjak.
Harga minyak mentah apalagi diperkirakan sempat naik hingga USD100 per barel dari sebelumnya sekitar USD69 per barel sebelum konflik. Ke depan, nilai minyak diproyeksikan tetap tinggi, meskipun berpotensi turun ke kisaran USD82 per barel pada akhir tahun dan sekitar USD70 per barel pada awal 2027.
Kenaikan nilai bahan bakar ini berakibat luas terhadap beragam sektor di Singapura. Biaya transportasi darat, laut, dan udara meningkat seiring kenaikan nilai energi.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·