Konsumsi makanan dan minuman manis sering kali susah dipisahkan dari keseharian anak. Namun, di kembali rasanya nan disukai si kecil, orang tua perlu memahami bahwa konsumsi gula tambahan tetap mempunyai pemisah nan perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A., BMedSci, MKes, menjelaskan bahwa orang tua perlu memahami apa nan dimaksud dengan added sugar alias gula tambahan, serta berapa pemisah konsumsinya sesuai usia anak.
Apa Itu Gula Tambahan dan Berapa Batas Konsumsinya?
Menurut dr. Miza, added sugar adalah gula nan ditambahkan ke dalam makanan alias minuman oleh produsen maupun saat proses memasak untuk meningkatkan rasa manis. Gula tambahan ini berbeda dengan gula alami nan terdapat pada buah, sayur, alias susu.
"Added sugar adalah nan ditambahkan oleh siapapun itu, entah pabrik alias siapa nan masak sebagai penambah rasa," tutur dr. Miza dalam aktivitas LACTOGROW Digestion Expert Lab di Jakarta Selatan, Jumat (5/6).
Untuk anak usia di atas 2 tahun, pemisah konsumsi gula tambahan nan dianjurkan adalah sekitar 25 gram per hari. Sementara pada anak di bawah usia 2 tahun, beberapa rekomendasi menyebut pemisah sekitar 10–15 gram per hari alias sekitar 10 persen dari total kebutuhan kalori harian.
Meski demikian, dr. Miza menilai bahwa anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya mendapatkan paparan gula tambahan sesedikit mungkin.
Kenapa Gula Tambahan Perlu Dibatasi Sejak Dini?
Menurut dr. Miza, masa awal kehidupan merupakan periode krusial dalam pembentukan kebiasaan makan anak. Paparan makanan dan minuman nan terlalu manis sejak usia awal dapat memengaruhi preferensi rasa anak di kemudian hari.
"Batasnya hanya jika saya pribadi berambisi jika bisa tetap belum terpapar,” imbuhnya.
Oleh lantaran itu, orang tua dianjurkan untuk membiasakan anak mengonsumsi makanan dengan rasa alami tanpa tambahan gula berlebihan. Selain membantu menjaga pola makan nan lebih sehat, langkah ini juga dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi akibat konsumsi gula berlebih di masa depan.
Dengan memahami pemisah konsumsi gula tambahan dan membangun kebiasaan makan sehat sejak dini, orang tua dapat membantu anak memperoleh asupan nan lebih seimbang untuk mendukung kesehatannya, Moms.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·