Kenapa Cowok Sering Pakai Gaya Jempol saat Foto? Ini Alasan Medisnya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2026 |09:04 WIB

Kenapa Cowok Sering Pakai Gaya Jempol saat Foto? Ini Alasan Medisnya

Kenapa Cowok Sering Pakai Gaya Jempol saat Foto? Ini Alasan Medisnya (Foto: Freepik)

JAKARTA — Pose mengacungkan jempol saat berpotret seolah menjadi "gaya andalan" banyak pria, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Kebiasaan ini sering dianggap sekadar spontan alias lantaran bingung memilih pose. Namun, menurut penjelasan medis, refleks tersebut rupanya berangkaian dengan langkah kerja otak, kebiasaan nan terbentuk sejak kecil, hingga aspek psikologis.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, dalam unggahan video di akun IG pribadinya mengungkapkan bahwa kebiasaan mengacungkan jempol saat berpotret dipengaruhi oleh beberapa aspek ilmiah.

"Kalian sadar nggak? Kenapa jika laki-laki disuruh foto style bebas, ujung-ujungnya banyak nan angkat jempol. Jempol lagi, jempol lagi. Padahal nggak disuruh, tapi refleks. Nggak usah bingung lantaran ini ada pengetahuan medisnya," kata dr. Aditya.

Penjelasan Ilmiah

Ia menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah sistem default gesture pada otak. Dalam pengetahuan neuroscience, otak manusia condong memilih aktivitas nan paling sederhana, familier, dan kondusif ketika kudu mengambil keputusan secara spontan.

"Ini soal default gesture otak. Dalam neuroscience, otak manusia punya kecenderungan memilih aktivitas nan paling simpel, familier, dan kondusif secara sosial. Jempol adalah simbol nan paling mudah dilakukan, nggak perlu banyak mikir, nggak aneh, dan sudah dikenal sebagai tanda positif. Jadi saat bingung mau style apa, otak langsung memilih nan paling basic, ialah jempol," jelasnya.

Alasan berikutnya berangkaian dengan sistem penghargaan (reward system) di otak nan dipengaruhi hormon dopamin. Menurut dr. Aditya, sejak mini gestur jempol kerap dikaitkan dengan makna positif, seperti tanda "bagus", "setuju", alias "oke". Pengalaman nan terus berulang membentuk respons bawah sadar nan membikin seseorang merasa nyaman saat menggunakan gestur tersebut.

"Gestur jempol sejak mini diasosiasikan dengan 'oke', 'bagus', dan 'setuju'. Artinya, gestur ini terhubung dengan dopamin alias reward system. Jadi saat seseorang memakai gestur ini, secara tidak sadar dia sedang memberi sinyal, 'Oke, gue aman, santai, dan positif'," tambah dr. Aditya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin women lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com