Kenapa bau amis goreng ikan bisa bertahan seharian dan cara mengatasinya dengan bahan alami

Sedang Trending 6 jam yang lalu
Kenapa aroma amis goreng ikan bisa memperkuat seharian dan langkah mengatasinya dengan bahan alami

cara menghilangkan aroma amis di dapur | foto ilustrasi: Gemini AI

- Menggoreng ikan adalah perihal nan biasa di dapur rumahan Indonesia, tapi aroma amis nan tertinggal setelahnya bisa memperkuat berjam-jam apalagi sampai keesokan harinya. nan lebih menyebalkan, aroma itu tidak cukup diatasi hanya dengan membuka jendela alias menyemprotkan pengharum ruangan. Pengharum aerosol memang bisa membikin hidung "tertipu" sesaat, tapi sebenarnya hanya menumpuk aroma buatan di atas aroma amis nan tetap ada, bukan menghilangkannya.

Ada argumen ilmiah kenapa aroma amis setelah menggoreng ikan begitu susah hilang. Aroma tersebut berasal dari senyawa organik berjulukan trimetilamina (TMA), nan terbentuk saat jaringan otot ikan mulai memecah senyawa trimetilamina oksida (TMAO) setelah ikan mati. Senyawa TMA berkarakter basa dan mudah menguap, dan saat ikan digoreng, molekulnya berikatan dengan partikel minyak nan beterbangan di udara, lampau menempel di dinding, langit-langit, hingga kain gorden. Karena itulah aroma amis tidak cukup diatasi dengan langkah menutupinya, melainkan kudu dinetralkan.

5 Trik Alami Menghilangkan Bau Amis Setelah Menggoreng Ikan

Trik 1: Rebus Cuka Putih di Atas Kompor

Ini adalah metode nan paling sigap bekerja lantaran bekerja secara kimiawi, bukan sekadar menutupi bau. Asam asetat nan terkandung dalam cuka putih bakal menguap saat dipanaskan dan mengikat molekul TMA nan berkarakter basa di udara, mengubahnya menjadi senyawa nan tidak berbau dan tidak volatil. Prosesnya hanya butuh belasan menit dan hasilnya bisa langsung terasa.

Langkah:
1. Siapkan satu cangkir air dan tambahkan 4–5 sendok makan cuka putih ke dalamnya, kombinasi sebentar.
2. Panaskan campuran tersebut di atas kompor hingga mendidih dan biarkan terus mendidih selama 10–15 menit tepat setelah selesai menggoreng ikan.
3. Biarkan uap cuka menyebar ke seluruh ruangan. Aroma masam cuka nan samar bakal lenyap dengan sendirinya setelah beberapa saat, berbarengan dengan aroma amisnya.

Trik 2: Rebus Kulit Jeruk alias Lemon dengan Kayu Manis

Metode ini tidak hanya menetralisir bau, tapi juga sekaligus mengisi ruangan dengan aroma nan segar dan hangat. Kulit jeruk dan lemon mengandung minyak atsiri alami berjulukan limonene nan dilepaskan ke udara saat dipanaskan, sementara kayu manis menambahkan lapisan aroma nan lebih hangat dan kompleks. Kombinasi keduanya bekerja dengan langkah menggantikan molekul aroma di udara dengan molekul aromatik nan jauh lebih menyenangkan.

Langkah:
1. Kumpulkan potongan kulit jeruk alias lemon secukupnya, bisa dari sisa jeruk nan sudah diperas.
2. Masukkan kulit jeruk alias lemon ke dalam panci berisi air berbareng 1 batang kayu manis.
3. Rebus hingga mendidih dan biarkan terus mendidih selama 15–20 menit, biarkan uapnya menyebar ke seluruh ruangan secara alami.

Trik 3: Letakkan Bubuk Kopi Kering di Sudut Dapur

Berbeda dari dua metode sebelumnya nan bekerja secara aktif, kopi bekerja secara pasif sebagai penyerap bau. Kopi mengandung senyawa nitrogen nan berfaedah layaknya karbon aktif alami, menyerap partikel aroma tidak sedap dari udara secara perlahan. Metode ini paling cocok digunakan sebagai langkah lanjutan setelah aroma amis sedikit mereda, alias sebagai penjaga aroma dapur semalaman.

Langkah:
1. Siapkan beberapa piring mini alias wadah terbuka lainnya.
2. Tuang serbuk kopi hitam kering alias jejak kopi nan sudah dijemur hingga betul-betul kering ke dalam tiap wadah.
3. Letakkan di beberapa perspektif dapur, di dekat kompor, dan di area nan paling terasa aroma amisnya. Biarkan semalaman untuk hasil terbaik.

Trik 4: Rebus Serai dan Daun Pandan

Serai dan daun pandan adalah dua bahan aromatik nan sudah lama dipakai dalam masakan Indonesia dan rupanya juga efektif untuk mengatasi aroma dapur. Minyak atsiri nan terkandung dalam serai dan daun pandan terlepas ke udara saat dipanaskan, memberikan aroma herbal alami nan unik dan menyegarkan. Selain efektif, metode ini juga lebih ramah bagi nan sensitif terhadap aroma buah sitrus alias cuka.

Langkah:
1. Ambil 3 batang serai, pangkas bagian ujungnya, lampau memarkan dengan punggung pisau agar minyak atsirinya lebih mudah keluar.
2. Ikat 2 lembar daun pandan menjadi simpul, lampau masukkan berbareng serai ke dalam panci berisi air.
3. Rebus hingga mendidih dan biarkan selama 15–20 menit hingga aroma herbalnya menyebar ke seluruh ruangan.

Trik 5: Semprotkan Larutan Cuka ke Permukaan nan Terpapar

Bau amis tidak hanya ada di udara, tapi juga menempel di permukaan seperti tembok dekat kompor, meja dapur, dan gorden. Untuk mengatasi aroma nan sudah menempel di permukaan, diperlukan pendekatan berbeda ialah langsung menyemprotkan cairan penetralnya ke sumber bau. Larutan cuka encer cukup kondusif untuk sebagian besar permukaan dapur dan tidak meninggalkan residu berbahaya.

Langkah:
1. Campurkan air dan cuka putih dengan komparasi 1:1 ke dalam botol semprot.
2. Semprotkan secara tipis dan merata ke permukaan tembok dekat kompor, meja dapur, dan bagian luar gorden nan terpapar uap minyak.
3. Biarkan mengering sendiri tanpa dilap, lantaran cuka memerlukan waktu kontak untuk menetralisir TMA nan menempel di permukaan.

Perbandingan Efektivitas Bahan Alami Penghilang Bau Amis

Bahan AlamiCara KerjaKecepatanEfek Aroma
Cuka PutihMenetralkan TMA secara kimiawiSangat sigap (10–15 menit)Aroma masam samar nan sigap hilang
Bubuk KopiMenyerap partikel aroma secara pasifSedang (beberapa jam)Aroma kopi nan kuat
Kulit Jeruk & Kayu ManisMenggantikan molekul aroma di udaraCepat (15 menit)Aroma buah segar dan hangat
Serai & Daun PandanMengisi udara dengan aroma herbalCepat (15 menit)Aroma herbal unik Indonesia

Yang Harus Dilakukan Saat Menggoreng agar Bau Tidak Menyebar

Mengatasi aroma amis jauh lebih mudah jika langkah pencegahan sudah dilakukan sejak awal proses memasak, bukan setelah aroma terlanjur menyebar ke seluruh rumah.

1. Tutup pintu bilik dan ruang busana sebelum mulai menggoreng.

Molekul minyak nan beterbangan di udara sangat mudah menempel di pori-pori kain seperti baju, sprei, dan gorden di ruang lain. Sekali menempel, butuh proses pencucian untuk menghilangkannya.

2. Nyalakan exhaust fan alias buka jendela sebelum wajan dipanaskan.

Sirkulasi udara nan sudah melangkah sebelum proses menggoreng dimulai jauh lebih efektif dibanding membuka jendela setelah aroma sudah memenuhi ruangan.

3. Gunakan penutup wajan berpori (splatter screen).

Alat ini membantu menahan cipratan minyak agar tidak menyebar ke tembok dan permukaan dapur, sekaligus memungkinkan uap tetap keluar sehingga suhu memasak tetap optimal.

Kesalahan nan Membuat Bau Amis Semakin Awet

Ada dua kebiasaan nan tanpa disadari justru memperpanjang umur aroma amis di dapur.

1. Membiarkan minyak jejak menggoreng ikan di wajan dalam keadaan terbuka.

Minyak jejak nan terpapar udara terbuka bakal terus melepaskan senyawa TMA secara perlahan, apalagi setelah kompor sudah dimatikan. Segera pindahkan alias tutup minyak jejak setelah selesai digunakan.

2. Menunda mencuci wajan dan peralatan masak.

Semakin lama sisa minyak dan lemak ikan dibiarkan mengering di wajan, semakin kuat ikatan TMA dengan permukaan logam dan semakin susah baunya dihilangkan meski sudah dicuci dengan sabun.

FAQ

1. Apakah mengoleskan air jeruk nipis ke ikan sebelum digoreng bisa mengurangi aroma amis di dapur?

Ya, dan ada argumen ilmiahnya. Asam sitrat pada jeruk nipis mengikat senyawa TMA nan ada di permukaan daging ikan dan mengubahnya menjadi corak garam nan tidak volatil, sehingga saat ikan digoreng, jumlah senyawa pembawa aroma nan menguap ke udara berkurang secara signifikan. Ini adalah langkah pencegahan nan efektif sebelum proses menggoreng dimulai.

2. Apakah jejak kopi jejak seduhan tetap bisa dipakai untuk menyerap bau?

Bisa, tapi dengan syarat jejak kopi tersebut sudah betul-betul dikeringkan terlebih dahulu, baik dengan dijemur di bawah sinar mentari maupun disangrai sejenak di atas api kecil. Ampas kopi nan tetap lembap justru berisiko berjamur dalam waktu singkat dan malah menambah masalah aroma baru di dapur.

3. Berapa lama waktu nan dibutuhkan rebusan cuka untuk betul-betul menetralisir aroma amis?

Untuk ruangan dapur berukuran sedang, proses perebusan cuka selama 10–15 menit sudah cukup untuk menetralisir sebagian besar aroma amis di udara. Setelah kompor dimatikan, uap cuka nan tetap ada di udara bakal terus bekerja beberapa saat sebelum akhirnya menghilang berbareng aroma amisnya.

4. Bagaimana langkah menghilangkan aroma amis nan sudah terlanjur menempel di gorden dapur?

Untuk aroma nan tetap ringan, semprotkan campuran air dan cuka dengan komparasi 1:1 secara tipis ke permukaan gorden dan biarkan kering angin. Alternatif lainnya, larutkan sedikit baking soda dalam air dan semprotkan dengan langkah nan sama. Jika aroma sudah sangat pekat dan menyerap dalam, gorden perlu dicuci sepenuhnya lantaran semprotan permukaan tidak cukup menjangkau serat kain bagian dalam.

5. Apakah meletakkan arang di dapur bisa membantu menghilangkan aroma amis?

Arang kayu, terutama arang aktif, memang adalah penyerap aroma nan baik lantaran permukaannya nan berpori bisa menangkap partikel molekul aroma dari udara. Namun sifatnya pasif, sehingga butuh waktu lebih lama untuk terasa efeknya, minimal 12–24 jam. Arang lebih cocok sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga kualitas udara dapur secara rutin, bukan sebagai solusi sigap setelah menggoreng.

(brl/tin)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net