Festival Jaksa Masuk Sekolah (JMS).(MI/Reza Sunarya)
MINIMNYA ruang kreasi seni untuk menyalurkan talenta seni bagi kalangan pelajar disikapi Kejaksaan Negeri Purwakarta melalui Festival Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kejaksaan menghadirkan kreasi seni bagi kalangan pelajar sembari mengenalkan norma sejak dini.
Festival nan untuk pertama kalinya digelar di Purwakarta itu menghadirkan beragam aktivitas imajinatif bertema hukum, mulai dari Teater Drama Kolosal Sadar Hukum, Poster Kreatif Sadar Hukum, hingga Seni Creativity Pelajar nan melibatkan siswa SMP, SMA, hingga pelajar sekolah luar biasa (SLB).
Festival digelar di Gedung Yudistira di Kompleks Pemkab Purwakarta melibatkan puluhan pelajar dari beragam sekolah. Sebanyak 53 peserta mengikuti lomba poster bertema kesadaran hukum, sementara 18 sekolah menampilkan drama kolosal nan mengangkat beragam persoalan sosial dan norma nan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, mengatakan JMS Festival 2026 merupakan penemuan baru nan digagas Kejari Purwakarta untuk mengenalkan norma kepada generasi muda dengan langkah nan lebih imajinatif dan menyenangkan.
"Ini pertama kali diadakan di Purwakarta. Saya tidak tahu di wilayah lain, tetapi ini merupakan penemuan dari Kejaksaan Negeri Purwakarta," kata Apsari, Kamis (18/6).
Menurut Apsari, tujuan utama pagelaran adalah membangun karakter pelajar nan berintegritas dan mempunyai kesadaran norma sejak dini. "Tujuannya untuk memperkenalkan norma sedini mungkin, membentuk karakter anak didik Purwakarta nan berintegritas, sadar hukum, dan nantinya bisa berkontribusi untuk Purwakarta," ungkapnya.
Selain menjadi sarana edukasi hukum, pagelaran tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan produktivitas mereka. "Ini merupakan wadah bagi siswa untuk menunjukkan karya-karyanya. Tidak hanya kreativitas, tetapi juga gimana mereka memahami nilai-nilai norma dan budaya," tegasnya
Apsari menambahkan, penilaian lomba dilakukan oleh majelis juri nan berasal dari kalangan pengamat seni, bumi pendidikan, serta unsur Kejaksaan Negeri Purwakarta. Adapun aspek nan dinilai mencakup muatan kesadaran hukum, integritas, kreativitas, hingga pengenalan budaya lokal nan dituangkan dalam setiap penampilan.(E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·