Kenali Sisi Lain Kota, Hotel di Yogya Ini Ajak Tamu Jelajahi Kampung dan Pasar

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Sekelompok tamu The Phoenix Hotel Yogyakarta melangkah menyusuri gang-gang Kampung Cokrokusuman dalam program Phoenix’s Urban Slice of Life: The Excursion di Yogyakarta, Sabtu (16/5). Foto: Dok. Istimewa

Sabtu (16/5) pagi, sekelompok tamu The Phoenix Hotel Yogyakarta berjalan di gang-gang Kampung Cokrokusuman. Bukan untuk wisata foto, tapi untuk mencari tahu apa nan tumbuh dan hidup di sekitar hotel tempat mereka menginap.

Perjalanan itu bagian dari program Phoenix's Urban Slice of Life: The Excursion, kerjasama The Phoenix Hotel Yogyakarta dengan Bhumi Bhuwana, rumah arsip di Prawirotaman nan merawat ingatan tentang kehidupan sehari-hari: sandang, pangan, papan, dan kesadaran hidup.

Program ini dirancang sebagai langkah lain untuk mengenal Yogyakarta dari jarak nan lebih dekat, bukan lewat lokasi wisata utama, melainkan lewat kampung, pasar, dan meja makan. Tamu diajak untuk memandang resiliensi masyarakat Yogyakarta di tengah kota melalui beragam aktivitas sederhana seperti menanam tanaman pangan dan obat di lahan terbatas hingga menginisiasi bank sampah.

Dalam perjalanan, peserta singgah di pasar tradisional untuk membeli beragam bahan pangan lokal nan nantinya diolah berbareng dalam sesi memasak di akhir kegiatan. Foto: Dok.Istimewa.

Sebelum program berjalan, tim The Phoenix Hotel Yogyakarta dan Bhumi Bhuwana terlebih dulu turun ke lapangan. Mereka memetakan ekosistem tanaman pangan nan tumbuh di lingkungan warga, mengawasi aktivitas sosial kampung, dan mencatat arsitektur di sekitar area The Phoenix Hotel Yogyakarta. Hasil riset itulah nan kemudian menjadi fondasi ekskursi sekaligus menu nan disajikan di akhir program.

Bukhi Prima Putri, Founder Bhumi Bhuwana, menjelaskan gimana pemetaan itu diterjemahkan menjadi pengalaman bagi peserta, mulai dari mengenal tanaman pangan dan aktivitas sosial warga, mampir ke pasar, hingga mencicipi hidangan nan terinspirasi dari arsip nan telah dikumpulkan Bhumi Bhuwana.

Didampingi pemandu Bhumi Bhuwana dan pengurus RT setempat, peserta melangkah dari gang ke gang di sekitar Kampung Cokrokusuman.

Mengenal tanaman pangan nan tumbuh di lingkungan kampung serta memandang aktivitas sosial warga. Foto: Dok.Istimewa

"Peserta dapat pengalaman baru. Mulai dari mencicipi tanaman-tanaman pangan nan ada di sekitaran Phoenix. Ternyata ada tanaman-tanaman nan tadinya hanya di pinggir jalan, mungkin hanya lewat aja, selewat aja, pohon-pohon ini rupanya selama ini hanya bisa dilihat, rupanya dia bisa dimakan," kata Bukhi kepada Pandangan Jogja, Sabtu (16/5).

Dari gang-gang di kampung, rombongan bergerak ke Pasar Kranggan. Peserta diberi misi untuk memilih dan membeli sendiri bahan nan kelak bakal dimasak, beberapa di antaranya ialah kecombrang dan daun kelor. Executive Chef The Phoenix Hotel Yogyakarta , Chef Hanggita Prima Tama alias berkawan dipanggil Chef Tama, menyebut momen shopping di pasar sebagai bagian nan tidak bisa digantikan dari program ini.

"Mereka bakal dapat experience-nya, enggak hanya masak saja, tapi betul-betul ngambil dari bahan-bahan, shopping bahan-bahan nan fresh, bahan-bahan terbaik di pasar," ujarnya.

Peserta mengikuti sesi memasak berbareng Chef Tama menggunakan bahan pangan nan dibeli langsung dari pasar tradisional. Foto: Dok. Istimewa

Sekembalinya ke dapur hotel, semua nan dibawa dari pasar mulai diolah dalam sesi cooking class berbareng Chef Tama. Tidak ada nan hanya menonton, semua peserta ikut terlibat mulai dari mengulek ramuan hingga memasak hidangan nan nantinya disantap bersama.

Sesi makan siang menutup tiga hingga empat jam perjalanan. Tujuh hidangan tersaji di satu meja, dengan cita rasa Indische, Peranakan, dan Jawa nan datang bersamaan.

Program "Urban Slice of Life" di The Phoenix Hotel Yogyakarta tersedia setiap hari mulai pukul 08.30 WIB, Reservasi dapat dilakukan melalui reservation@thephoenixyogya.com alias telp (0274) 566617.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan