Jakarta, CNBC Indonesia - Produk Domestik Bruto (PDB) Irlandia dilaporkan mengalami kontraksi nan sangat tajam pada tiga bulan pertama tahun ini. Mengutip dari Irish News, ekonomi Irlandia menyusut hingga mencapai rekor sejarah baru.
Data terbaru dari Kantor Statistik Pusat (CSO) menunjukkan bahwa perekonomian Irlandia terkontraksi hingga memecahkan rekor sebesar 12.1% pada kuartal pertama tahun ini jika dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya. Meskipun demikian, ekonomi domestik terpantau tetap tumbuh ketika aktivitas perusahaan multinasional dikeluarkan dari perhitungan.
Angka terbaru ini memperbarui perkiraan awal PDB pada akhir April lampau nan sempat menunjukkan penurunan sebesar 2%. Jika info tersebut dibandingkan secara tahunan (year-on-year), terjadi penurunan PDB nan sangat masif sebesar 17.1%.
PDB Irlandia terpukul telak oleh kontraksi sebesar 35% di sektor industri dunia pada bulan Januari, Februari, dan Maret dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sementara itu, sektor info dan komunikasi mencatat penurunan sebesar 2% pada periode nan sama.
Ekonom Kepala Goodbody, Dermot O'Leary mengatakan, skala penurunan ini berakibat signifikan terhadap area Eropa secara luas.
"Skala kejatuhan ekonomi tersebut pada akhirnya mendorong area euro ke dalam lembah kontraksi pada kuartal ini, di mana revisi perkiraan untuk Irlandia memangkas hingga 0.4% dari PDB area euro," kata O'Leary, dikutip Sabtu (/6/2026).
Pihak Bank of Ireland juga memberikan tanggapan resmi mengenai anjloknya performa ekonomi tersebut.
"Ini merupakan penurunan kuartalan paling tajam dalam sejarah PDB Irlandia, namun perihal tersebut hanya mencerminkan kondisi dari sejumlah mini perusahaan multinasional di sektor farmasi," tulis pernyataan resmi Bank of Ireland.
Sementara itu, Thomas Pugh nan merupakan Ekonom Kepala di firma audit, pajak, dan konsultan RSM Ireland, menjelaskan penyebab utama di kembali anjloknya nomor PDB tersebut.
"PDB terseret turun oleh runtuhnya ekspor barang, nan sebagian besar merupakan produk farmasi, sebagai kelanjutan dari meredanya lonjakan ekspor tahun lampau nan sempat terjadi menjelang penerapan tarif proteksionisme oleh Amerika Serikat," ujar Pugh.
Jika dibandingkan dengan kuartal nan sama pada tahun lalu, sektor industri di luar bangunan mengalami kontraksi sebesar 38.2%. Di sisi lain, sektor info dan komunikasi justru tumbuh sebesar 3.2% pada periode nan sama.
Nilai tambah bruto (Gross Value Added/GVA), nan merupakan perangkat ekonomi untuk mengukur nilai tambah nan diberikan produsen pada peralatan dan jasa nan mereka beli, terkontraksi sebesar 28.5% selama setahun di sektor-sektor nan didominasi oleh perusahaan multinasional. Secara keseluruhan, sektor nan didominasi multinasional ini turun sebesar 27.1% pada kuartal tersebut.
Pugh menambahkan, meskipun pertumbuhan PDB telah berbobot negatif selama empat kuartal berturut-turut, parameter tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
"Ekonomi Irlandia sebenarnya tidak berada dalam resesi nan berkepanjangan lantaran ukuran tersebut bukanlah parameter pertumbuhan nan andal," tambah Pugh.
(tps/tps)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·