Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut tetap ada ratusan penduduk negara Indonesia (WNI) nan tertahan akibat perang di Asia Barat. Mereka tertahan lantaran banyak penerbangan nan dibatalkan imbas situasi perang AS-Israel dan Iran.
"Terdapat 720 WNI nan tertahan lantaran disrupsi penerbangan di beragam wilayah di Timur Tengah dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air," kata Plt Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Heni Hamidah dalam konvensi pers di Kemlu, Jakpus, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heni menyebut tetap ada ratusan WNI dan puluhan anak buah kapal (ABK) nan tertahan akibat perang tersebut. Para ABK tertahan di kapal-kapal di Selat Hormuz.
"Saat ini, tetap tercatat total sekitar 281 orang WNI nan berada di wilayah Iran, 35 orang di antaranya adalah ABK nan berada di kapal-kapal nan di pesisir Iran," jelasnya.
Heni mengatakan Kemlu melakukan komunikasi dengan KBRI Teheran untuk para WNI residen maupun nan nonresiden. Kini, Kemlu sedang membikin rencana untuk melakukan pemindahan WNI dari Iran.
"KBRI terus mematangkan rencana pemindahan tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI nan telah menyatakan siap untuk dievakuasi," ucap dia.
Dia mengatakan rencana pemindahan bakal disesuaikan dengan kondisi terkini dan situasi di lapangan. Alasannya untuk memastikan keselamatan para WNI tersebut.
"Mengingat perlu dipastikan bahwa pergerakan para WNI tersebut juga dilakukan melalui rute-rute nan aman, baik pada saat menuju titik kumpul maupun pergerakan menuju titik destinasi pemindahan di negara lain," ucapnya.
(tsy/haf)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·