Kemlu RI Kecam Keras Israel Cegat Misi Kemanusiaan GSF yang Bawa WNI

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengecam militer Israel, nan mencegat rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Siprus, Mediterania Timur. Pada rombongan ini, turut pula sejumlah WNI, ialah 2 wartawan Republika Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody) serta perwakilan Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel nan telah mencegat sejumlah kapal nan tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata Jubir Kemlu, Yvonne Mewengkan, lewat keterangannya, Senin (18/5).

Kemlu mendata, ada 10 kapal nan ditangkap. Antara lain; Amanda, Barbaros, Josef dan Blue Toys. Informasi ini disampaikan oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Jurnalis Republika nan juga partisipan Global Sumud Flotilla Thoudy Badai dan Bambang Noroyono. Foto: Republika

Kapal Josef ditumpangi Andi Angga, sementara itu, Kemlu tetap mencari tahu dan memastikan kapal nan dinaiki Abeng.

"Kapal nan membawa wartawan Bambang Noroyono sampai saat ini tetap dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Saudara Bambang Noroyono di kapal tersebut," kata Yvonne.

"Situasi di lapangan tetap sangat bergerak dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi," imbuh Yvonne.

Kemlu mendesak agar mereka dibebaskan. Tak hanya WNI saja, tapi semua nan ditahan oleh Israel.

Kapal angkatan laut Israel mencegat Armada Global Sumud nan sedang menuju Gaza, dalam upaya untuk mengirimkan support pada Senin (18/5/2026). Foto: Global Sumud Flotilla

"Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional nan ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran support kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai norma humaniter internasional," kata Yvonne.

Saat ini, Kemlu berupaya lewat beragam langkah untuk membebaskan para WNI itu. Mereka berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Aman untuk menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka.

"Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan beragam pihak mengenai untuk memperoleh info terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan andaikan diperlukan. Pelindungan WNI bakal terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi nan berkembang sangat cepat," tutup Yvonne.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan