Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pertahanan memastikan kapal pesiar J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan milik pihak swasta nan dipinjam tanpa biaya sewa.
"Kami jelaskan bahwa kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta nan dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa dan digunakan sebagai kapal pendukung aktivitas Kemhan dalam mendukung penyelenggaraan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, dikutip Antara, Minggu (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rico menegaskan kapal tersebut tidak masuk dalam daftar aset kementerian.
"Jadi, kapal tersebut bukan aset nan dibeli alias diadakan oleh Kemhan. Kapal tersebut merupakan sarana pendukung nan dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas," ujarnya.
Menurut Rico, kapal dipakai memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung program pemerintah, terutama pengedaran logistik program ketahanan pangan.
Kapal telah digunakan untuk mendukung pengedaran logistik di sejumlah wilayah, antara lain Wanam di Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu, kapal dipakai sebagai letak rapat untuk membahas teknis penyelenggaraan program di lapangan.
"Khusus di Wanam, Papua Selatan, lantaran tetap terdapat keterbatasan akomodasi penginapan, kapal tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan aktivitas di wilayah tersebut," tuturnya.
Logo Kemhan
Keberadaan J7 Explorer menjadi perhatian lantaran logo resmi Kemhan tampak di bagian lambung kapal. Penampakan kapal ini ramai dibicarakan di media sosial.
Rico menyatakan pemasangan logo dilakukan untuk menandai kapal tersebut sedang digunakan mendukung aktivitas kementerian.
Dalam keterangan tertulis sebelumnya, Sabtu (15/8), dia menyebut penempelan logo itu menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah. Pemanfaatannya, kata dia, diarahkan penuh untuk menyokong upaya negara mewujudkan swasembada pangan.
Kapal pesiar ekspedisi tersebut merupakan kepunyaan Jhonlin Marine Transport, perusahaan milik pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Samsudin Arsyad alias Haji Isam. Dalam keterangan terpisah, Haji Isam menyatakan kapal itu miliknya.
J7 Explorer berbobot 8.076 gross tonnage dan dibangun di Batam hingga selesai pada 2022. Kapal kemudian diubah menjadi kapal induk alias pangkalan bergerak untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Menurut Haji Isam, keberadaan kapal itu krusial lantaran karakter geografis Papua Selatan nan terisolasi dan minim prasarana darat. Kapal berfaedah sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik.
Ia menyebut keterlibatannya bukan semata soal untung rugi bisnis, melainkan corak tanggung jawab menjalankan amanah negara.
"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga mahir dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," kata Isam.
(fea)
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·