Jakarta -
Kementerian Transmigrasi RI (Kementrans) mengarahkan kebanyakan pagu anggaran tahun 2027 untuk mengeksekusi program-program teknis nan berakibat langsung kepada masyarakat di beragam area transmigrasi.
Dari total pagu Rp 947,27 miliar, kementerian memastikan sebagian besar biaya dialokasikan untuk penyelesaian legalitas lahan, pembangunan prasarana dasar, serta pemberdayaan ekonomi dan pembuatan lapangan kerja bagi penduduk transmigran.
Signifikansi keberpihakan anggaran untuk masyarakat ini terlihat jelas pada postur alokasi di tingkat Direktorat Jenderal (Ditjen). Pada Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans), dari alokasi Rp 384,13 miliar, kementerian menetapkan 97,42% (Rp 374,21 miliar) murni dialokasikan untuk program teknis kemasyarakatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut juga dilakukan di Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (PEPMT), di mana Rp 197,46 miliar dari total pagu dialokasikan sepenuhnya untuk program teknis.
"Untuk program teknis nan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat di Ditjen PPKTrans saja, itu mencapai porsi 97,42%," jelas Dirjen PPKTrans Sigit Mustofa Nurudin dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Anggaran pada program teknis tersebut ditujukan untuk mengeksekusi lima program prioritas (5T) ialah Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong.
Guna mempercepat pemerataan dan kemandirian, alokasi tersebut bakal diwujudkan dalam beragam pembangunan prasarana dan sarana prasarana. Melalui program Trans Karya Nusa nan dianggarkan hingga Rp 248 miliar (64,57% dari anggaran teknis PPKTrans) dan Rp 32,19 miliar dari Ditjen PEPMT, pemerintah bakal merevitalisasi area transmigrasi, membangun rumah produksi, memfasilitasi pertanian terpadu (integrated farming), serta menyalurkan support perangkat pengembangan produk unggulan.
Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan generasi transmigran, program Trans Patriot mendapat suntikan biaya terbesar di Ditjen PEPMT, ialah Rp 170,84 miliar (76,29%). Dana ini dialokasikan untuk riset, pendampingan, hingga pemberian support pendidikan tinggi alias beasiswa.
Lebih lanjut, Kementrans juga bakal merespons langsung kebutuhan dasar penduduk melalui program Trans Lokal. Anggaran disiapkan untuk membangun sarana air bersih, perumahan transmigran, jembatan, drainase, jalan, akomodasi umum, hingga pembukaan lahan dan penyediaan jasa catu pangan (kebutuhan pangan dasar) bagi transmigran di tahun pertama dan kedua.
Isu krusial mengenai kepastian norma juga dituntaskan melalui program Trans Tuntas, nan mencakup inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL), ukur bagi lahan, hingga percepatan publikasi Sertifikat Hak Milik (SHM).
Rencana aktivitas nan masif ini bakal menjangkau 78 kabupaten/kota nan mencakup 76 area transmigrasi di seluruh Indonesia. Pembangunan dan pemberdayaan ini bakal tersebar secara proporsional, meliputi Pulau Sumatera (22 kabupaten/kota), Sulawesi (24 kabupaten/kota), Kalimantan (12 kabupaten), Nusa Tenggara (7 kabupaten), Papua (6 kabupaten), hingga Maluku (3 kabupaten).
Langkah Kementerian Transmigrasi nan memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan riil masyarakat ini mendapat support penuh dari Komisi V DPR RI. Anggota Komisi V Fraksi Golkar Musa Rajekshah menilai program Kementrans ini sangat strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional ke wilayah-wilayah nan mempunyai potensi lahan produktif.
"Niat dan tujuan Kementerian Transmigrasi ini sangat baik, ialah untuk pemerataan ekonomi. Masyarakat disebar ke daerah-daerah nan memang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian lantaran tanahnya subur," kata Musa.
"Harapannya, program ini bisa maksimal berfaedah untuk peningkatan SDM, infrastruktur, dan sejalan dengan program ketahanan pangan," sambungnya.
Ke depan, Komisi V DPR RI sepakat untuk terus mengawal dan bersama-sama Kementrans memperjuangkan penambahan anggaran dalam RAPBN 2027 agar pemerataan ekonomi di kawasan-kawasan transmigrasi nasional dapat terakselerasi dengan lebih optimal.
(akn/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·