Israel kembali menyerang wilayah Palestina. Pada Sabtu (19/9), sejumlah serangan itu menewaskan empat orang, termasuk seorang anak wanita berumur 10 tahun dan putra seorang pejabat tinggi pemerintah.
Dikutip dari AFP, dari kementerian kesehatan Gaza, nan beraksi di bawah otoritas Hamas, menyebut bahwa anak tersebut meninggal akibat luka nan dideritanya akibat tembakan tentara Israel di sebelah utara kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah.
Serangan udara juga menewaskan Baseer al-Barsh nan merupakan putra Munir al-Barsh nan menjabat Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, di sebuah kamp pengungsian di Jabalia, Jalur Gaza utara, menurut keterangan kementerian tersebut.
Saat berbincang di pemakaman putranya, Munir Al-Bursh mengatakan bahwa pembunuhan itu merupakan kelanjutan dari kejahatan (Israel), sebagaimana dikutip dalam pernyataan kementerian.
Selain itu, dua penduduk Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka dalam dua serangan terpisah di dekat Kota Gaza, menurut Rumah Sakit al-Shifa Gaza dan badan pertahanan sipil wilayah tersebut.
Militer Israel tidak segera merespons permintaan konfirmasi dari AFP mengenai serangan-serangan tersebut.
Pada bulan Oktober tahun lalu, Israel menyepakati gencatan senjata nan dimediasi oleh Amerika Serikat, namun sejak saat itu mereka terus bergerak lebih jauh ke dalam wilayah Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan tidak bakal ada penghentian serangan nan menargetkan Hamas serta tidak bakal ada penarikan pasukan dari Gaza sampai Hamas menyerahkan seluruh senjatanya.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·