Kementerian PU Optimalisasi 10 Ribu Sumur Bor Antisipasi Kekeringan saat Kemarau

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Menteri PU Dody Hanggodo dalam aktivitas Silaturahmi Bersama Para Orang Tua dan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tahap I di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025). Foto: Dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang melakukan optimasi terhadap 10.789 sumur bor dengan kapabilitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik. Hal itu dilakukan untuk membantu wilayah nan rawan kekeringan saat musim tandus tiba.

Dengan begitu, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan produktivitas lahan pertanian dapat dijaga selama musim kemarau.

“Kehadiran prasarana ini sangat krusial untuk mendukung kesiapan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim tandus alias perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7).

Di samping itu, Dody juga menjelaskan Kementerian PU menyiapkan 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, hingga 49 mesin bor untuk siap dikerahkan ke wilayah terdampak kekeringan. Upaya lain nan juga dilakukan adalah edukasi masyarakat mengenai penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).

Selain optimalisasi, percepatan pembangunan beragam prasarana air seperti bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor juga terus dilakukan.

Saat ini, Kementerian PU mencatat terdapat 240 waduk dengan total kapabilitas tampung mencapai 7,89 miliar m3 nan siap untuk menjaga kesiapan air. Selain itu, terdapat pula 601 situ dan waduk dengan total volume tampungan mencapai 135,59 miliar m3, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku.

100 Ribu Pompa dari Kementan

Sejumlah petani antre untuk mendapatkan air dari aliran galian sumur nonpermanen di tengah sawah nan disedot menggunakan mesin diesel guna mengairi lahan pertanian mereka di Desa Wonosekar, Karangawen, Demak, Jawa Tengah, Rabu (19/6). Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sebelumnya, Kementerian Pertanian juga bersiap mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Untuk itu, Kementan menyiapkan 100 ribu pompa air. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, biasanya musim tandus di Indonesia berjalan selama tiga bulan. Setelah itu, masuk musim hujan pada November.

“Ya memang musimnya. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada 100 ribu lebih,” katanya di instansi Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7).

Di samping tu, Kementan juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU untuk terus menjaga sistem pengairan ke sawah-sawah. Hal itu juga sudah ditindaklanjuti oleh Dirjen Lahan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto.

Ia juga menjelaskan, saat ini Ditjen LIP juga sudah melakukan pemetaan mengenai beberapa wilayah nan potensial mengalami kekeringan. Beberapa wilayah tersebut menurutnya ada di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.

Dia juga berkoordinasi untuk merumuskan langkah tepat dalam penanganan kekeringan tersebut.

“Jadi ada beberapa titik nan memang khususnya di Pulau Jawa sudah mulai apa beberapa letak itu terjadi kekeringan tapi kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, hari Rabu, ya, rencananya itu kita mau rakor-rakor untuk bisa melakukan konsolidasi lagi agar di lapangan kita bisa lebih sigap lagi dari sekarang gerakan-gerakan jika memang terjadi kekeringan,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan