Kementerian PU Kebut Tol Serpong-Bogor via Parung, Investasi Rp 12,35 T

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat proses pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung sebagai bagian dari penguatan konektivitas di area Jabodetabek. Jalan tol sepanjang 32 kilometer tersebut diharapkan bisa memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan efisiensi pengedaran logistik.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, saat ini proyek tetap berada pada tahap penyusunan perencanaan teknis nan ditargetkan rampung pada tahun ini.

“Progres proyek saat ini tetap dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80 persen. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini,” ujar Dody dikutip dari keterangan resminya, Senin (25/5).

Pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung mempunyai nilai investasi sebesar Rp 12,35 triliun dan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa support APBN. Kehadiran jalan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor menuju Tangerang menjadi sekitar 45 menit.

Suasana Jalan Tol Serpong Cinere Seksi 2 di Limo, Depok, Jawa Barat, Senin (18/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dari sisi teknis, jalan tol bakal dilengkapi dua junction utama, ialah Junction Salabenda dan Junction Serpong, serta tiga simpang susun di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.

Pembangunan jalan tol bakal dilaksanakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras, konsorsium nan terdiri atas PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra, dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Adapun ruas Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung terbagi menjadi empat seksi, ialah Seksi I Salabenda-Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer, Seksi II Pondok Udik-Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer, Seksi III Putat Nutug-Rumpin sepanjang 8,23 kilometer, dan Seksi IV Rumpin-Serpong sepanjang 10,56 kilometer.

Kementerian PU menyebut pembangunan jalan tol bakal dilaksanakan sesuai standar teknis dan izin nan berlaku, termasuk aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, dan pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.

Keberadaan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan di area Jabodetabek dan sekitarnya.

Infrastruktur konektivitas ini juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi investasi dan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui pengurangan biaya logistik, percepatan pengedaran peralatan dan jasa, serta peningkatan produktivitas kawasan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan