Ilustrasi(Dok Istimewa)
MENTERI Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan bahwa Desa Bawomataluo merupakan warisan budaya nan mempunyai karakter luar biasa lantaran tradisi megalitiknya tetap hidup dan terus dijalankan oleh masyarakat hingga saat ini. Menurutnya, desa budaya tersebut merupakan contoh nyata living heritage nan perlu terus dijaga serta diperkenalkan kepada dunia.
"Apa nan ada di sini sangat unik. Budaya megalitik nan hidup hingga sekarang merupakan warisan budaya turun-temurun nan kudu kita jaga bersama," ungkapnya saat membuka Pagelaran Budaya Bawomataluo Expo IV Tahun 2026 Gema Budaya Hilifamaedodano nan mengusung tema "Semangat Baru, Warisan Tetap Lestari" di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara.
Lebih lanjut, dia juga menyampaikan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendorong pengusulan Desa Bawomataluo sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Menurutnya, karakter desa budaya tersebut menjadi modal krusial untuk memperoleh pengakuan internasional meskipun prosesnya memerlukan tahapan nan panjang.
Fadli Zon menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan petunjuk konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Fadli Zon menilai penyelenggaraan Bawomataluo Expo kudu terus dikembangkan sebagai panggung budaya tahunan nan memperkuat peran seniman, budayawan, dan organisasi lokal. Festival ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi budaya melalui penguatan ekosistem seni, ukiran, musik tradisional, serta beragam ekspresi budaya lainnya sekaligus menjadi ruang regenerasi pelaku budaya dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi Nias.
"Saya berambisi Gema Budaya Hilifamaedodano berkembang menjadi panggung budaya tahunan nan besar, memperkuat pelestarian budaya, sekaligus menjadikan Desa Bawomataluo semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.
Senada dengan perihal tersebut, Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bawomataluo Expo merupakan upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya leluhur sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya di daerah.
Sokhiatulo juga berambisi support Kementerian Kebudayaan terhadap proses pengajuan Desa Bawomataluo sebagai Warisan Dunia UNESCO dapat terus diperkuat.
"Kami berambisi kehadiran Bapak Menteri Kebudayaan memberikan akibat positif bagi pemajuan kebudayaan di Kabupaten Nias Selatan serta mendukung terwujudnya Desa Bawomataluo sebagai Warisan Dunia UNESCO," ujarnya.
Desa Bawomataluo merupakan salah satu desa budaya paling terkenal di Kepulauan Nias nan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Desa ini dikenal dengan deretan rumah budaya Omo Hada, tradisi Fahombo alias loncat batu, peninggalan budaya megalitik berupa batu-batu upacara, serta beragam tradisi nan tetap dipraktikkan oleh masyarakat hingga kini.
Melalui Bawomataluo Expo IV, masyarakat dan visitor disuguhkan beragam pagelaran seni budaya, tari tradisional, atraksi loncat batu, pameran kerajinan, serta aktivitas budaya lainnya nan mencerminkan kekayaan tradisi Nias.
Pada kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menerima penganugerahan gelar budaya dari Lembaga Adat Bawomataluo dengan gelar "Tuha Sanora Sihono" sebagai corak penghormatan atas jasa dan komitmennya dalam pelindungan, pengembangan, dan pelestarian warisan budaya Nusantara.
Fadli Zon menyampaikan bahwa kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan budaya Nias. Dia juga berambisi penyelenggaraan Bawomataluo Expo dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang dengan support nan semakin luas.
"Mari kita bergotong royong melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya serta tradisi nan luar biasa ini agar menjadi sumber inspirasi, kebanggaan, dan kekuatan bagi bangsa Indonesia," tutupnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·