Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |13:05 WIB

Kementan mengalokasikan sekitar Rp9,5 triliun untuk program hilirisasi tujuh komoditas strategis. (Foto :Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan sekitar Rp9,5 triliun untuk program hilirisasi tujuh komoditas strategis dengan sasaran 870 ribu hektare kebun rakyat pada periode 2025–2027.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan, hilirisasi bakal difokuskan pada komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, jambu mete, lada, dan pala sebagai upaya memperkuat kesiapan bahan baku sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan di dalam negeri.
“Kami rancang hilirisasi melalui replanting dan tanam baru di beragam komoditas tersebut. Dengan penguatan ini, kami optimistis bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” ujarnya, Sabtu (22/3/2026).
Mentan menekankan pentingnya mempercepat hilirisasi sektor pertanian sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, hilirisasi merupakan keniscayaan dan ekspor bahan mentah kudu dihentikan.
“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian kudu diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini sebagian komoditas pertanian Indonesia tetap dijual dalam corak bahan baku sehingga margin untung terbesar justru dinikmati oleh negara pengolah. Karena itu, hilirisasi nan terstruktur dan terintegrasi dari hulu hingga hilir krusial dilakukan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·