Kementan: Populasi Domba Nasional Tembus 9,15 Juta Ekor, Kambing 15 Juta Ekor

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pedagang memasang tali kekang pada domba miliknya di Pasar Ternak Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan populasi domba nasional saat ini mencapai 9,15 juta ekor. Sementara itu, populasi kambing tercatat sekitar 15 juta ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, mengatakan jumlah populasi tersebut membikin Indonesia bisa memenuhi kebutuhan daging domba dan kambing dari produksi dalam negeri.

“(Populasi) kambing sekitar 15 juta ekor, ya, populasi kita, domba 9,15 juta ekor dan ini sebetulnya kita sudah sangat berlebih,” kata Agung di sela-sela gelaran Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (16/6).

Menurut dia, Indonesia saat ini dapat dikategorikan telah mencapai swasembada daging domba dan kambing. Hal ini dikarenakan porsi impor daging kambing dan domba nan sudah berada di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional.

Meskipun Agung tidak menjelaskan secara rinci berapa besaran kebutuhan nasional tahunan daging kambing dan domba.

“Saat ini Indonesia bisa kita declare kita sudah swasembada daging domba dan kambing, kenapa? Karena impor kita sudah berada di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional,” imbuhnya.

Pedagang menjajakan daging kambing di Pasar Minggu dan Pasar Lenteng Agung Jakarta Selatan, Jumat (8/5). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Agung menuturkan dalam enam bulan terakhir Indonesia tidak melakukan impor domba dan kambing. Adapun impor nan tetap dilakukan hanya untuk memenuhi permintaan produk premium chilled dengan volume nan relatif kecil.

Dengan demikian, selain swasembada daging ayam dan telur, pemerintah sekarang juga mengeklaim Indonesia telah bisa memenuhi kebutuhan daging domba dan kambing secara mandiri. Hal itu nan membikin Kementan mulai mendorong pelaku upaya untuk memperluas pasar ekspor.

Menurut Agung, sejumlah perusahaan di dalam negeri juga telah mengembangkan sistem pemotongan (butchering system) nan memungkinkan beragam jenis produk daging domba dan kambing diproses di Indonesia.

“Dan kita sekarang mendorong ekspor apalagi dam haji pun kita sorong untuk dilakukan di Indonesia, lantaran populasi domba kambing kita cukup melimpah, apalagi saat ini harganya juga relatif murah dibandingkan dengan kondisi-kondisi jauh di beberapa tahun nan lalu,” terangnya.

Meski demikian, upaya ekspor tetap menghadapi tantangan lantaran Indonesia belum berstatus bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Agung menyebut Kementan saat ini tengah mengupayakan pengakuan bebas PMK di sembilan provinsi.

Agung mengatakan kondisi PMK di dalam negeri sejauh ini semakin terkendali. Sejumlah wilayah apalagi telah mencatatkan nol kasus. Menurut dia, produk daging dan olahan tetap mempunyai kesempatan untuk dipasarkan ke luar negeri meski status bebas PMK secara nasional belum diperoleh.

“Kalau untuk kasusnya alhamdulillah kita sudah sudah sangat terkendali dan beberapa wilayah sudah zero case juga,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan