Kementan Borong Bibit Padi Penelitian IPB Rp 250 Miliar, Bisa Produksi 11 Ton

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) membeli bibit padi hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) senilai Rp 250 Miliar. Bibit padi hasil penlitian IPB disebut bisa memproduksi 9-11 ton per hektar dalam sekali panen.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor IPB dan seluruh teman-teman Wali Amanah, temen-temen pembimbing besar, ini luar biasa banyak penemuan baru. nan menarik adalah, lantaran ada bibit padi IPB 3S, sekarang dengan turunannya itu produktivitasnya 9-11 ton. Ini kita langsung transaksi beli nilainya Rp 250 miliar," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, usai kunjungan ke area Techno Park IPB Kota Bogor, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amran menyebut, pembelian bibit merupakan corak apresiasi pemerintah terhadap para peneliti. Hasil penelitian dari perguruan tinggi lain nan berkontribusi terhadap peningkatan hasil pertanian juga diapresiasi.

"Inilah corak penghargaan Kementerian Pertanian, pemerintah terhadap para pendidik kita di seluruh Indonesia, termasuk IPB. Beberapa perguruan tinggi juga sudah kita beli hasil penelitiannya nan bisa berkontribusi besar pada rakyat Indonesia, (seperti) Unhas, ITS, Andalas dan lain-lain," kata Amran.

"Kita beli produk-produk nan bisa memberikan added value, nilai tambah sektor pertanian. Produksi rata-rata nasional 5,56 ton, ini bisa produksi 10 ton, ini luar biasa. Kami Insyalalah IPB sanggup memenuhi ini tahun dengan nilai 250 Milyar bibit padi," imbuhnya.

Amran menambahkan, saat ini pihaknya mendorong peningkatan produktivitas tanaman jenis bawang putih, gula hingga tapioka. Khusus bawang, masa rehat alias dorman diharap bisa ditekan hingga 1 bulan.

"Juga ke depan kita rancang bawang putih, kemudian ada istilah dorman dalam bawang putih itu 6 bulan, ini kami minta agar bisa maksimal 2 bulan, jika bisa 1 bulan dorman," kata Amran.

"Nah ini juga bisa mendorong produksi nasional, juga gula, tapioka dan seterusnya, ini banyak kerjasama kita lakukan dan langsung kita tindaklanjuti. Bukan lagi skala percobaan, tetapi skala besar," sambungnya.

(dek/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News