ilustrasi uji coba bansos melalui KDMP.(MI)
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial bakal menguji coba penyaluran support sosial (bansos) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di 900 titik nan telah siap beroperasi. Langkah ini menjadi bagian dari integrasi program Kemensos dengan KDMP sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
"Ini kita bakal coba jajaki. Karena sekarang sudah mulai proses penyaluran triwulan 3, kelak bakal kita lihat dan simulasikan. Kita bakal coba dulu penyaluran di 900 titik KDMP nan sudah siap beroperasi. Dan nan bakal melayani nantinya adalah agen-agen dari perbankan," kata Gus Ipul, dikutip Rabu (29/7).
Menurutnya, sistem uji coba tersebut tidak bakal mengubah sistem penyaluran bansos nan bertindak saat ini. Penyaluran tetap dilakukan melalui bank-bank nan tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sementara kehadiran KDMP difungsikan sebagai letak jasa dengan support pemasok perbankan.
Selama ini, penyaluran support sosial dilakukan melalui Himbara maupun PT Pos Indonesia. Dengan adanya KDMP, pemerintah mau menghadirkan akses pencairan nan lebih dekat dengan masyarakat desa sehingga penerima faedah tidak perlu menempuh jarak nan jauh untuk memperoleh bantuan. Program nan bakal disalurkan dalam skema tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) alias bansos sembako.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa PT Pos tetap memegang peran krusial dalam penyaluran bansos, terutama bagi masyarakat nan tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta penerima faedah dengan kondisi unik seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas berat. "KDMP itu kan posisinya di desa, sehingga penerima faedah tidak perlu jauh-jauh dan bisa lebih mudah mengakses," jelasnya.
Ia juga menjelaskan terdapat dua skema nan disiapkan dalam pengembangan penyaluran bansos melalui KDMP. Untuk tahap awal, bank-bank Himbara bakal membuka pemasok di gerai KDMP. Sementara itu, penyaluran secara langsung melalui KDMP baru dapat dilakukan andaikan terdapat perubahan regulasi.
"Jadi, ada dua pilihannya. Pertama, pihak perbankan bakal membuka pemasok di KDMP-KDMP. nan kedua, jika regulasinya sudah ada perubahan, bisa jadi penyalurannya lewat langsung ke KDMP. Tapi, untuk sekarang regulasinya memang melalui Himbara," ujarnya.
Selain penyaluran bansos, Kemensos juga menyiapkan empat strategi lain nan bakal diintegrasikan dengan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih. Pertama, mendorong family penerima faedah menjadi personil koperasi. Kedua, membuka kesempatan agar produk hasil upaya penerima faedah dapat dipasarkan melalui KDMP.
"Yang pertama mendorong seluruh penerima faedah alias family penerima faedah dapat menjadi personil KDMP," ucapnya.
Strategi berikutnya adalah menyalurkan bansos secara berjenjang melalui KDMP serta mendorong penerima faedah memenuhi kebutuhan pokoknya dengan berbelanja di koperasi nan berada di desa masing-masing.
Menurut Gus Ipul, integrasi tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah akses jasa masyarakat, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa. Pemerintah menargetkan KDMP menjadi pusat jasa desa nan mencakup kegunaan logistik, infrastruktur, hingga pelayanan pemerintahan. Ke depan, beragam program pemerintah, mulai dari penyaluran bantuan, pengedaran pupuk dan sembako, hingga jasa kesehatan, direncanakan bakal terintegrasi melalui KDMP. (Fik/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·