Keluarga Sebut YTR Korban Penyekapan Membaik, Mulai Jalani Terapi Duduk & Jalan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Syahrul Ulum (26) adik dari wanita nan menjadi korban penyekapan dan penganiayaan, saat ditemui di rumahnya di Kompleks Permata Hijau, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (17/6). Foto: Abisatya/kumparan

Kondisi YTR (29), wanita korban penyekapan dan penganiayaan di Kabupaten Bandung, dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, korban sekarang memasuki tahap terapi pemulihan fisik.

Kabar terbaru itu disampaikan kakak korban, Shandy, saat dihubungi pada Kamis (25/6). Menurutnya, kondisi sang adik berangsur membaik dibandingkan saat pertama kali dirawat.

“Alhamdulillah sekarang lebih baik,” kata Shandy kepada kumparan.

Tak hanya itu, Shandy mengungkapkan YTR saat ini juga mulai menjalani terapi untuk melatih keahlian duduk dan berjalan. Tahapan ini menjadi bagian krusial dari proses pemulihan korban setelah mengalami luka berat akibat penganiayaan nan dialaminya.

“Sekarang juga lagi tahap terapi untuk bisa duduk dan berjalan,” ujarnya.

Perkembangan tersebut menjadi berita baik bagi family nan selama ini terus mendampingi YTR di rumah sakit.

Korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, wajah, mata, dan kaki, nan diduga akibat kekerasan selama berada berbareng pelaku.

Selama beberapa hari terakhir, pihak family terus memantau perkembangan kondisi YTR. Selain perawatan medis, korban juga mendapat pendampingan untuk pemulihan bentuk dan psikis pascakejadian nan dialaminya.

Kasus nan menimpa YTR menjadi perhatian luas publik setelah terungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan nan berjalan cukup lama. Polisi telah menangkap tersangka Taufik Hidayat (30) dan tetap mendalami seluruh rangkaian kekerasan nan dialami korban.

Di tengah proses norma nan berjalan, konsentrasi family saat ini tertuju pada pemulihan YTR agar kondisinya semakin stabil. Tahap terapi nan mulai dijalani korban diharapkan dapat membantu memulihkan keahlian geraknya secara bertahap.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan