ilustrasi(Baznas)
Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 nan berkekuatan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di tanah air.
Dalam pertemuan strategis tersebut, kedua pihak membahas beragam kesempatan kolaborasi, terutama memperkuat hilirisasi bagi lulusan Sekolah Rakyat. Program ini mencakup support danasiwa kuliah serta support fasilitasi berasas hasil career mapping nan telah dilakukan sejak kelas XI.
Pemetaan minat tersebut bermaksud mengarahkan siswa menuju perguruan tinggi, pendidikan vokasi, bumi kerja, maupun wirausaha. Kolaborasi ini juga mencakup penyediaan talent pool hingga inkubasi pekerjaan melalui penguatan soft skill dan digital skill.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Ricco, berambisi kerjasama ini dapat terus diperkuat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari family kurang mampu.
"Kolaborasi kelak diharapkan tidak hanya sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga memberikan pendampingan, baik kepada anak maupun orang tua, agar anak-anak ini kelak bisa lulus dengan tuntas," ujar Robben di Jakarta, Rabu (5/8).
Selain itu, Robben menambahkan bahwa sinergi tersebut diharapkan dapat memfasilitasi link and match dengan jaringan bumi kerja Baznas. Program ini juga bakal menghadirkan pendampingan berkepanjangan melalui Alumni Development Program.
"Peluang kerja sama inilah nan mau kami mohonkan kepada Baznas agar anak-anak dari family prasejahtera tidak hanya naik kelas secara akademik, tetapi juga naik kelas secara ekonomi," ucapnya.
Menanggapi perihal tersebut, Deputi II Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Imdadun Rahmat, menyampaikan bahwa saat ini Baznas mempunyai sejumlah program danasiwa unggulan. Salah satunya adalah Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) nan memberikan support Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penyelesaian skripsi bagi mahasiswa semester 5 hingga 8 nan terancam putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi.
"Program tersebut juga memungkinkan untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat nan berkesempatan melanjutkan ke Pendidikan Tinggi," jelas Imdadun.
Lebih lanjut, Imdadun menyatakan kesiapan Baznas untuk bersinergi dalam program pemberdayaan lulusan Sekolah Rakyat. Fokus utamanya adalah membekali mereka dengan keahlian dan akses terhadap bumi kerja agar bisa berdikari secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan (E-3).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·