
Kemenkes: Tingkat Penularan Penyakit Campak Sangat Tinggi (Foto: Canva)
JAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan perkembangan terkini situasi campak nasional dan global. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah tetap ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) balang di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan info nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Sementara pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen). Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek balang dan 13 KLB balang terkonfirmasi laboratorium nan tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa balang merupakan penyakit nan sangat menular sehingga memerlukan kewaspadaan dan respons cepat.
“Campak mempunyai tingkat penularan nan sangat tinggi. Karena itu, setiap peningkatan kasus kudu direspons dengan sigap melalui surveilans nan kuat dan pelaporan nan tepat waktu,” ujar dr. Andi.
Ia menjelaskan bahwa penemuan kasus suspek balang pada tahun 2025 meningkat signifikan, ialah 147 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga penguatan sistem kewaspadaan awal menjadi prioritas utama.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·