Pasar mobil niaga nasional menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Kondisi tersebut membikin PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) optimistis permintaan kendaraan di segmen ini tetap tumbuh hingga akhir tahun.
Berdasarkan info Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan Isuzu sepanjang semester I-2026 sebanyak 13.300 unit alias naik 18,89 persen dibanding periode nan sama tahun lampau sebanyak 11.186 unit.
Kenaikan tersebut didorong performa positif model jagoan Isuzu Traga nan tumbuh 27,66 persen, menjadi 6.213 unit. Sementara Isuzu Elf meningkat 19,23 persen menjadi 5.537 unit. Adapun Isuzu Giga mempertahankan pangsa pasar sebesar 15,2 persen.
Vice President Director PT IAMI Anton Rusli bilang, tren tersebut juga tercermin pada kondisi pasar kendaraan niaga secara keseluruhan. Menurutnya dua segmen utama nan menjadi kekuatan Isuzu, ialah medium pikap dan light truck, sama-sama mencatat pertumbuhan dua digit.
"Kalau dibandingkan semester pertama 2025, segmen medium pikap tetap tumbuh, demikian juga light truck. Kenaikannya sekitar 18 sampai 23 persen dibanding tahun sebelumnya," terang Anton saat ditemui kumparan di ICE BSD, Tangerang, Senin (3/7).
Sementara itu kondisi berbeda terjadi di segmen medium truck. Anton menjelaskan pasar kendaraan di kelas tersebut relatif mandek, lantaran tetap dipengaruhi perlambatan aktivitas sektor pertambangan nan selama ini menjadi penyerap terbesar.
"Dominan pasar medium truck itu kan mining. Nah sektor mining ini relatif tetap banyak pembatasan sehingga pertumbuhannya sedikit stagnan dibanding tahun lalu," katanya.
Sebaliknya, kendaraan niaga berukuran lebih mini justru mendapat dorongan dari meningkatnya aktivitas pengedaran peralatan dan beragam proyek pemerintah. Menurut Anton, perihal itu menjadi salah satu aspek nan menjaga pertumbuhan pasar kendaraan komersial selama enam bulan pertama tahun ini.
"Segmen light truck banyak terbantu proyek-proyek pemerintah seperti Agrinas dan program lainnya. Medium pikap juga terdorong aktivitas pengedaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cukup banyak market semester pertama 2026 nan didorong proyek-proyek pemerintah," ujarnya.
Anton menilai pengedaran logistik nan meningkat akibat beragam program tersebut memberikan pengaruh berantai terhadap kebutuhan kendaraan niaga. Tidak hanya perusahaan logistik, pelaku upaya di sektor makanan dan minuman juga mulai meningkatkan kebutuhan armada operasional untuk menunjang aktivitas distribusi.
"Kami memandang secara umum ekonomi tetap bertumbuh. Artinya kami memperkirakan market kendaraan komersial juga tetap bakal bertumbuh. Data BPS juga menunjukkan sektor makanan dan minuman terus bergerak, sementara logistik menjadi industri pendukung nan ikut berkembang," katanya.
Dengan kondisi tersebut, Isuzu memproyeksikan tren positif tetap bersambung pada semester kedua 2026. Meski sejumlah tantangan seperti kondisi ekonomi dunia dan perubahan nilai tukar tetap membayangi industri otomotif, Anton menilai kebutuhan kendaraan niaga bakal tetap mengikuti aktivitas sektor-sektor produktif.
"Kalau aktivitas ekonominya tetap tumbuh, kendaraan niaga juga bakal ikut tumbuh lantaran kendaraan komersial merupakan perangkat produksi bagi para pelaku usaha. Kami optimistis mengejar penjualan sekitar 29 ribu unit tahun ini. Target besarnya adalah bisa mencapai market share sekitar 31 persen," tuntasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·