Kemenkes Tegaskan Campak Bukan Varian Baru

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Konferensi Pers Update Kasus Campak di Indonesia oleh dr. Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit, Jumat (10/4). Foto: Dok. Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa virus balang nan beredar saat ini bukan merupakan jenis baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan hingga sekarang hasil surveilans epidemiologi menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada virus campak.

“Surveilans epidemiologi terus dilakukan, baik di Indonesia maupun global. Sampai saat ini hanya ada dua strain, dan balang nan sekarang sama saja dengan nan dulu,” jelas Andi dalam konvensi pers secara daring, Jumat (10/4).

Di sisi lain, Kemenkes melaporkan tren penurunan signifikan kasus balang di Indonesia sepanjang awal 2026. Penurunan disebut terjadi secara konsisten dari minggu ke minggu.

Pada minggu pertama 2026, tercatat sebanyak 2.220 kasus campak. Angka tersebut kemudian turun drastis menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.

“Jadi, kita bisa lihat bahwa sudah terjadi penurunan kasus balang dari minggu ke minggu,” kata Andi.

Meski tren menunjukkan perbaikan, Kemenkes mengingatkan sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai.

Ilustrasi campak. Foto: Natalya_Maisheva/Shutterstock

Beberapa provinsi seperti Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat mencatat kasus tinggi di awal tahun.

“Di awal tahun tinggi kasusnya tetapi sudah terjadi penurunan, namun tetap ada kasus di situ. Cukup sudah turun tetapi tetap kita kudu waspada,” ujarnya.

Khusus di NTB, wilayah aglomerasi seperti Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu menjadi perhatian lantaran tetap dalam pengawasan.

“Aglomerasi nan kita kudu waspadai, kita awasi dan antisipasi waspada, ialah ada di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu,” kata Andi.

Untuk menekan penyebaran lebih lanjut, pemerintah terus mendorong penyelenggaraan Outbreak Response Immunization (ORI).

Program ini difokuskan di sejumlah wilayah dengan kasus tinggi, seperti Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang.

Andi menyebut capaian ORI menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

“Pada minggu terakhir kita lihat ORI-nya itu semakin meningkat,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan