Kemenkes: Abu Anak Krakatau di Banten Berkurang, Menyebar ke Laut Lepas

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dan Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, dalam agenda konvensi pers Penanganan Karhutla di Indonesia di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan sebaran abu vulkanik di Banten sekarang telah jauh berkurang. Sebelumnya, pada 9 September pukul 06.00 WIB, abu terpantau bergerak ke arah barat daya.

“Kondisi terkini intensitas sebaran di daratan Banten terpantau jauh berkurang seiring dengan pergerakan abu nan mengarah ke laut lepas,” ujar Widyawati saat konvensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (10/9).

Meski sebaran abu di daratan Banten berkurang, Kemenkes tetap mencatat akibat kesehatan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Tercatat 68.919 kasus ISPA di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota.

Dalam perihal ini, Kemenkes juga menyiagakan 830 puskesmas dan 413 rumah sakit untuk menangani akibat kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam kesempatan nan sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengungkap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi dari gambaran satelit. Meski begitu aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III alias Siaga.

“Berdasarkan kajian gambaran satelit bahwa per tanggal 10 September 2026 pukul 13.00, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ini tidak terdeteksi,” kata Berton.

Berton meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan