Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kehutanan menyebut telah menyelamatkan 232 perseorangan satwa liar di enam provinsi nan terdampak kebakaran rimba dan lahan di Indonesia.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi menyebut dari 232 satwa liar itu, 71 di antaranya orang utan.
"Terkait dengan penanganan pengamanan satwa liar. Berdasarkan catatan kami di Kemenhut, kami dibantu relawan, CSO, telah menyelamatkan 232 perseorangan satwa liar di enam provinsi prioritas, 71 di antaranya adalah orang hutan," kata Ristianto di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain 71 perseorangan orang utan, Ristianto mengatakan 76 satwa nan diselamatkan adalah bekantan sebanyak 76 ekor. Lalu, trenggiling 24 ekor, dan monyet ekor panjang 15 ekor.
Kemudian, kukang sebanyak 9 ekor, dan satwa liar lainnya meliputi lutung, kucing, dan satwa lain sebanyak 37 ekor.
Ristianto menyampaikan urusan perlindungan satwa liar ini juga menjadi salah satu konsentrasi Kementerian Kehutanan, dia menyebut mereka tak hanya konsentrasi dalam menyelamatkan masyarakat.
Ristianto mengatakan secara total, Kemenhut menyiagakan sekitar 5 ribu ASN, dan per hari ini juga ada pasukan Manggala Agni nan aktif sebanyak 1.419 personel.
"Tidak menutup kemungkinan kelak dalam waktu dekat ada pergeseran SDM untuk memberikan perhatian lebih kepada Provinsi Sumatra Selatan, salah satunya," ucap dia.
Pada saat nan sama, Ristianto menekankan atensi unik Kemenhut atas penanganan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Ia mengatakan saat ini Kemenhut menerjunkan sebanyak 117 personel dari Taman Nasional Tanjung Puting.
"Kemudian ada 10 personel kami BKO-kan dari Taman Nasional Karimun Jawa dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, serta ada tambahan penguatan personel sejumlah 372 personel. Dengan rincian 175 dari Kodam, kemudian 112 dari mitra Taman Nasional Tanjung Puting, dari Polres Kobar 30, BPBD Kobar 30, kemudian 15 dari Kodim dan 10 personel dari Brimob," ujar dia.
Karhutla melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat berbareng Presiden Prabowo pada Senin (12/10) malam menyebut tetap ada 639,23 hektare lahan nan tetap terbakar dan dalam proses pemadaman nan tersebar di enam provinsi di Indonesia.
Ia menyebut hingga sekarang tetap ada dua provinsi nan menjadi konsentrasi penanganan yakni, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Teranyar, dia mengungkap temuan baru kebakaran rimba dan lahan seluas 513,89 hektare di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Dalam rapat itu, Prabowo menekankan bahwa pemadaman karhutla ini menjadi prioritas utama pemerintah.
Ia menginstruksikan jajarannya mengerahkan segala daya dan upaya agar segera persoalan ini dapat segera teratasi.
Dalam rapat nan dihadiri jejeran mengenai itu, mulai dari Menko Polkam Dudung Abdurachman, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin itu, Prabowo meminta mereka untuk menyampaikan apa nan menjadi kebutuhan dalam upaya pemadaman ini.
"Dan jika ada kebutuhan, jika ada keperluan apa nan kau butuh, sampaikan," ucap Prabowo.
Hingga kini, pemerintah belum menetapkan status musibah nasional dalam menyikapi karhutla ini.
Desakan pun datang, salah satunya dari Gerakan Nurani Bangsa nan diinisiasi sejumlah tokoh bangsa, mulai dari istri Presiden ke-4 RI Gus Dur, Nyai Sinta Nuriyah Wahid, KH Mustofa Bisri namalain Gus Mus, Franz Magnis Suseno, M Quraish Shihab, hingga Ignatius Kardinal Suharyo.
"Negara kudu segera menetapkan Kebakaran rimba dan lahan sebagai Bencana Nasional sesuai dengan Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, sehingga hak-hak dasar penduduk negara terdampak bisa sigap terpenuhi," kata GNB mengutip keterangannya, Selasa (13/10) malam.
GNB mengatakan langkah itu juga dapat membikin upaya penanggulangan karhutla bisa menjadi lebih serius dan fokus, menyeluruh, serta terintegrasi.
(mnf/isn)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·