Kemenhut Kerahkan 12.880 Personil Gabungan Tangani Karhutla Kalimantan

Sedang Trending 20 menit yang lalu
Kemenhut Kerahkan 12.880 Personil Gabungan Tangani Karhutla Kalimantan Ilustrasi(Dok Kemenhut)

KEMENTEIRAN Kehutanan mengerahkan sedikitnya 12.880 personil tim campuran dari beragam unsur dalam operasi pengendalian kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Hingga Karhutla di lima provinsi Kalimantan mencapai luas 57.000 hektare.

Tim campuran telah dikerahkan, melibatkan Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), sukarelawan, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah daerah, serta unsur mengenai lainnya.
Dari kekuatan tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan 758 personel Manggala Agni untuk operasi pemadaman di Kalimantan.

Selain itu Kemenhut juga menyiapkan 45 personel tambahan Manggala Agni dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan untuk membantu wilayah nan memerlukan penanganan lebih intensif, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pengerahan personel tambahan ini dilakukan melalui Bantuan Kendali Operasi (BKO).

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa operasi panjang di Kalimantan tidak hanya berbincang tentang berapa banyak api nan sukses dipadamkan, tetapi juga gimana pemerintah melindungi masyarakat dan menjaga keahlian ribuan orang nan bekerja di garis depan. “Empat puluh delapan hari operasi menunjukkan beratnya pekerjaan menghadapi karhutla. nan paling utama adalah melindungi masyarakat dan mencegah api meluas, tetapi kita juga kudu menjaga orang-orang nan sudah berminggu-minggu berada di garis depan. Semakin banyak kebakaran nan bisa kita cegah sejak awal, semakin mini akibat nan kudu ditanggung masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Hingga sekarang luas karhutla tercatat 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, mengatakan operasi terus diperkuat pada wilayah nan tetap memerlukan penanganan intensif, sementara kondisi personel menjadi perhatian dalam operasi nan telah berjalan panjang. 

Operasi dilakukan melalui pemadaman langsung dari darat dan support udara. Operasi Modifikasi Cuaca juga telah dilaksanakan sebanyak 45 kali penerbangan operasi dengan total 45 ton bahan semai. Operasi ini dilakukan dengan menyemai bahan pada awan nan memenuhi persyaratan untuk meningkatkan kesempatan terjadinya hujan pada wilayah nan membutuhkan. 

Selain pemadaman, patroli pencegahan melalui darat dan udara terus ditingkatkan untuk menemukan potensi kebakaran sedini mungkin. Keterlibatan MPA, sukarelawan, dan masyarakat menjadi krusial lantaran mereka berada dekat dengan letak rawan, mengenali kondisi wilayahnya, dan dapat memberikan info awal ketika menemukan api maupun asap.

Pada bagian Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur, menyoroti situasi krisis karhutla nan tengah menjadi perhatian utama. Menteri Jumhur 
memaparkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah nan terpusat.

Komando terpadu lintas sektor nan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, terus digerakkan untuk memastikan penemuan awal dan pemadaman titik api (hotspot) dapat dieksekusi secara kilat di lapangan. Pemerintah memastikan respons sigap menjadi tembok utama agar setiap kemunculan api tidak menjalar menjadi musibah ekologis nan masif. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia