ilustrasi Kemendukbangga perkuat pengendalian program dan anggaran berbasis data.(Magnific)
KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) memperkuat pengendalian program dan anggaran untuk memastikan penyelenggaraan setiap program prioritas melangkah efektif, tepat sasaran, dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan pentingnya percepatan tindak lanjut terhadap realisasi program dan anggaran, terutama nan berangkaian dengan program prioritas pemerintah.
"Pengendalian program dan anggaran kudu dilakukan secara konsisten. Jangan sampai sasaran hanya tercatat dalam laporan, tetapi pelaksanaannya tidak memberikan akibat nyata kepada masyarakat. Karena itu, setiap realisasi kudu segera ditindaklanjuti dan dipastikan sesuai dengan sasaran," kata Wihaji dalam keterangannya, Selasa (25/8).
Menurut Wihaji, penguatan kualitas info menjadi salah satu kunci dalam memastikan program pembangunan family melangkah secara efektif. Data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) perlu terus diperbarui, diverifikasi, dan dipastikan akurasinya agar dapat menjadi dasar dalam menentukan intervensi serta pendampingan keluarga.
"Data SIGA kudu betul-betul berbobot lantaran info menjadi dasar kita dalam melakukan pendampingan. Kita kudu memastikan info itu akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga kebijakan dan program nan dijalankan betul-betul sesuai dengan kebutuhan keluarga," ujarnya.
Selain penguatan data, Wihaji meminta penataan tugas penyuluh dan petugas lapangan agar aktivitas pendampingan family mempunyai arah dan sasaran nan lebih jelas. Pendampingan di lapangan diharapkan tidak hanya berkarakter administratif, tetapi bisa menjawab persoalan nan dihadapi keluarga.
"Penyuluh dan petugas lapangan kudu mempunyai sasaran pendampingan nan jelas. Jangan sampai pendampingan hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi tidak menjawab kebutuhan keluarga. Karena itu, pemutakhiran dan verifikasi info kudu melangkah berbareng dengan penyelenggaraan pendampingan," tuturnya.
Ia menambahkan, pengendalian secara berkala diperlukan untuk memastikan adanya kesesuaian antara perencanaan, realisasi anggaran, capaian program, dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, andaikan ditemukan hambatan dalam pelaksanaan, tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat.
Kemendukbangga/BKKBN pun terus mendorong pengelolaan program dan anggaran nan terukur dengan support info nan berkualitas. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas penyelenggaraan program pembangunan family sekaligus memastikan setiap sumber daya nan digunakan memberikan faedah optimal bagi masyarakat.
"Tujuan akhirnya adalah memastikan program melangkah tepat sasaran, anggaran digunakan secara efektif, dan family mendapatkan faedah nan nyata. Pengendalian bukan sekadar mengecek laporan, tetapi memastikan seluruh proses melangkah dan menghasilkan dampak," pungkasnya. (Fik/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·