Ilustrasi(Dok spesial )
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menjalin kerjasama dengan PT Paragon Technology and Innovation untuk meningkatkan kompetensi pembimbing Sekolah Luar Biasa (SLB) di bagian tata rias kecantikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui aktivitas Bimbingan Teknis (Bimtek) nan berjalan pada 11–14 Juni 2026 di Hotel Agria, Bogor.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 pembimbing SLB nan berasal dari beragam wilayah di Indonesia. Program tersebut bermaksud memperkuat keahlian pembimbing agar bisa memberikan pembelajaran nan lebih relevan dan aplikatif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan fondasi krusial dalam mendukung kemajuan bangsa. Menurutnya, beragam program pembangunan hanya bakal menghasilkan akibat maksimal andaikan ditopang oleh kualitas pendidikan nan baik.
"Kita tidak boleh kehilangan semangat meskipun tetap terdapat kesenjangan mutu pendidikan di beragam daerah. Justru kondisi tersebut kudu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," ujar Arif saat membuka kegiatan, Kamis (11/6).
Arif menjelaskan bahwa kualitas pendidikan ditentukan oleh tiga aspek utama, ialah keberadaan pembimbing nan kompeten dan sejahtera, tersedianya sarana dan prasarana nan memadai, serta proses pembelajaran nan bisa menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Selain itu, dia menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang kehidupan bagi setiap pendidik. Menurut Arif, pekerjaan pembimbing menuntut pengembangan keahlian secara berkepanjangan agar dapat memberikan jasa pendidikan terbaik.
"Menjadi pembimbing itu kudu terus belajar. Kalau tidak mau belajar, jangan menjadi guru. Kalau mau senang menjadi guru, kita kudu mencintai pengetahuan dan mencintai murid," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif juga menyampaikan penghargaan kepada para pembimbing SLB nan setiap hari mendampingi anak-anak berkebutuhan unik dengan dedikasi, kesabaran, dan kasih sayang.
Di sisi lain, Head Office Corporate Social Responsibility (CSR) PT Paragon Technology and Innovation, Suci Hendrina, menyambut baik kerjasama nan terjalin berbareng Kemendikdasmen. Ia menilai kerja sama antara pemerintah dan sektor industri menjadi langkah nyata dalam mendorong pendidikan nan inklusif dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kami percaya pendidikan kudu dapat diakses oleh siapa pun. Melalui training ini, kami berambisi guru-guru SLB mempunyai keahlian nan nantinya dapat ditularkan kepada peserta didik berkebutuhan khusus," ujarnya.
Suci menjelaskan bahwa Paragon, perusahaan nan bergerak di sektor kecantikan dan menaungi sejumlah merek ternama seperti Wardah, Make Over, dan Emina, mempunyai pengalaman dalam memberikan training keahlian bagi perseorangan berkebutuhan khusus.
Menurutnya, keahlian di bagian tata rias alias make up artist (MUA) mempunyai potensi besar untuk menjadi bekal kemandirian sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi peserta didik berkebutuhan unik di masa depan.
"Kami telah memandang gimana keahlian MUA dapat menjadi modal untuk menghasilkan pendapatan. Harapannya, keahlian ini dapat diajarkan oleh pembimbing kepada siswa sehingga memberikan faedah nyata bagi masa depan mereka," katanya.
Selama aktivitas berlangsung, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis dari praktisi industri kecantikan, tetapi juga berkesempatan berganti pengalaman dan berbagi praktik baik dengan sesama pembimbing SLB dari beragam daerah.
Suci berambisi jaringan kerjasama nan terbentuk melalui training ini dapat terus berkembang sebagai sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan kualitas jasa pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Bimtek ini diselenggarakan oleh Kelompok Tim Kerja Pembelajaran, Kesejahteraan dan Penghargaan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Program tersebut menjadi bagian dari strategi Kemendikdasmen dalam memperkuat kompetensi pembimbing keahlian di lingkungan SLB sekaligus mendukung pengembangan keahlian peserta didik agar lebih berdikari dan mempunyai daya saing.
Melalui sinergi dengan bumi upaya dan bumi industri, Kemendikdasmen berambisi semakin banyak pembimbing SLB memperoleh akses terhadap training nan sesuai dengan kebutuhan bumi kerja. Dengan demikian, proses pembelajaran nan diberikan kepada peserta didik berkebutuhan unik dapat semakin relevan, kontekstual, dan memberikan faedah nyata mereka masa depan mereka. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·