Jakarta -
Menteri Kebudayaan RI (Menbud) Fadli Zon menggarisbawahi bahwa budaya merupakan kekuatan lunak (soft power) untuk menguatkan sinergi negara Pasifik dengan Indonesia di tengah ketegangan geopolitik, krisis iklim, dan transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan Fadli saat memberikan pidato kunci (keynote speech) pada seminar 'Beyond Cultural Exchange' di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, sebagai rangkaian dari Indonesia-Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli menegaskan seminar 'Beyond Cultural Exchange' dalam IPCC 2026 merupakan upaya Indonesia dalam memperkuat diplomasi budaya serta membangun kemitraan berkepanjangan berbareng negara-negara di area Pasifik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah dinamika dunia nan tidak menentu, diplomasi budaya kudu menempati posisi strategis sebagai prasarana kepercayaan dan ikatan kemanusiaan antarnegara.
"Kebudayaan kudu dipandang sebagai kekuatan strategis alias soft power dalam membentuk kerja sama dan pembangunan internasional. Pengaruh internasional dapat diperkuat melalui daya tarik dan legitimasi, bukan melalui pemaksaan," ucap Fadli, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Upaya Indonesia dalam menjalin sinergi dengan negara-negara Pasifik terwujud dalam sejumlah program kerja sama, ialah forum kebudayaan IPCC 2026 di Yogyakarta serta Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 lampau di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fadli menilai program-program sinergi tersebut kudu dilaksanakan secara berkelanjutan, seperti melalui residensi dan obrolan budaya.
"Program residensi seniman antarnegara membawa keragaman tradisi melalui proses belajar berbareng dan pembuatan karya seni kolaboratif. Inilah transisi nyata nan menjadi tujuan bersama, di mana perjumpaan budaya menjadi jejaring budaya nan berkelanjutan," jelas Fadli.
"Selain itu, gelar seminar ini juga mengusung hubungan antara kebudayaan dan pembangunan berkelanjutan," sambungnya.
Topik krisis suasana dan ancaman terhadap warisan budaya juga menjadi perhatian dalam obrolan 'Beyond Cultural Exchange' IPCC 2026. Fadli menuturkan kenaikan permukaan air laut di Pasifik Barat Daya dan beragam akibat suasana menakut-nakuti situs-situs warisan bumi serta ruang hidup leluhur.
Pengetahuan tradisional maritim dan ekosistem pesisir dinilai sangat berbobot untuk menyusun strategi penyesuaian iklim.
"Bagi masyarakat Kepulauan Pasifik, warisan budaya, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan organisasi saling terhubung satu sama lain. Ancaman-ancaman ini dapat menyebabkan kehilangan tradisi budaya, situs-situs sakral dan keberlangsungan komunitas," ungkap Fadli.
"Oleh lantaran itu, kami turut menyerukan kerja sama dalam penelitian, dokumentasi, dan transmisi pengetahuan antargenerasi di area Pasifik," lanjutnya.
Kemenbud menetapkan lima agenda praktis kerja sama dalam rangka agenda diplomasi kebudayaan nan kontinu, ialah memperkuat jejaring budaya nan berkelanjutan; transmisi pengetahuan dan kapasitas; kerjasama industri kreatif; memperkuat kerja sama; serta memastikan keberlanjutan dan hasil kerja nan terukur.
Sebagai personil Komite Antar-Pemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (2026-2030) mewakili Kelompok Asia-Pasifik, Indonesia menegaskan kesiapannya menjadi jembatan kebudayaan.
Fadli menegaskan Indonesia terus berupaya untuk bekerja berdampingan dengan mitra negara Pasifik, memperkuat perspektif satu sama lain, dan berkontribusi berbareng dalam perbincangan budaya internasional sebagai mitra nan setara.
Sebagai informasi, gelaran seminar 'Beyond the Cultural Exchange' dihadiri oleh Minister for Multi Ethnic Affairs, Heritage & Art of Republic of Fiji Charan Jeath Singh; Charge d'Affaires of Embassy of the Independent State of Papua New Guinea Gregory Hombuahin; Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Ribka Haluk; Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Nur Saktiningrum; beserta jejeran civitas akademika; delegasi negara sahabat, pelaku budaya; serta peserta delegasi IPCC 2026.
Turut datang mendampingi Fadli di antaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Endah TD Retnoastuti; Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum Putu Supadma Rudana; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya; serta jejeran pejabat di lingkungan Kemenbud.
(akd/ega)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·