Kandidat sayap kiri Abdul El-Sayed memenangi Primary Senat Demokrat di Michigan. Kemenangan ini mengirim gelombang kejutan bagi elit partai di Washington.(AFP)
KEMENANGAN Abdul El-Sayed dalam pemilihan pembukaan (primary) Senat dari Partai Demokrat di Michigan mengirimkan gelombang kejutan hingga ke kepemimpinan partai di Washington. Di tengah kondisi Partai Republik nan menghadapi tekanan politik, pemilih Demokrat justru memilih kandidat dari sayap kiri. Keputusan ini meningkatkan pertaruhan dalam pemilu Senat pada November mendatang nan bakal menentukan kontrol atas majelis tinggi AS.
Berikut adalah empat poin utama dari hasil pemilu pembukaan di lima negara bagian:
1. Sosok Baru Sayap Kiri
Kemenangan Abdul El-Sayed tidak sepenuhnya mengejutkan setelah dia unggul dalam beragam survei atas personil Kongres Haley Stevens. Meski hasil akhir jauh lebih ketat dari perkiraan, kemenangan mantan pejabat kesehatan Michigan ini tetap mengguncang internal Demokrat.
El-Sayed, putra dari imigran Mesir, mengusung platform progresif dengan support tokoh-tokoh liberal seperti Senator Bernie Sanders, Elizabeth Warren, dan personil Kongres Alexandria Ocasio-Cortez. Di sisi lain, Stevens didukung oleh kepemimpinan Demokrat di Washington dan biaya kampanye besar, termasuk $32 juta dari golongan pro-Israel, AIPAC.
El-Sayed bakal menghadapi mantan personil Kongres dari Partai Republik, Mike Rogers, nan melaju tanpa lawan. Pertarungan ini menjadi ujian krusial apakah kandidat sayap kiri bisa menang di negara bagian penentu (swing state).
2. Hasil Kontras bagi Demokrat Pro-Israel
Stevens menjadi kandidat berdukungan AIPAC paling menonjol nan kalah. Di dapil Michigan lainnya, Donavan McKinney dari golongan Democratic Socialist mengalahkan petahana Shri Thanedar nan dikenal vokal mendukung support ke Israel. Sementara itu, William Lawrence nan menyerukan penghentian penjualan senjata ke Israel juga sukses mengalahkan dua politisi moderat.
Namun, tren ini tidak bertindak merata. Di Washington, personil Kongres Marie Gluesenkamp Perez nan mendukung support militer untuk Israel sukses memenangkan pencalonannya. Di Missouri, Wesley Bell menundukkan Cori Bush, personil golongan progresif "The Squad", dalam upaya kembalinya ke panggung politik.
3. Pemilih Midwest Tolak Inisiatif Partai Republik
Di luar persaingan internal partai, pemilih di Missouri menolak secara signifikan ukuran surat bunyi nan berupaya menyulitkan amandemen konstitusi usulan warga. Langkah-langkah berbasis penduduk ini sebelumnya sering digunakan untuk mendorong agenda progresif, seperti kewenangan aborsi dan kenaikan bayaran minimum.
Di Kansas, pemilih juga menolak usulan nan mewajibkan pengadil Agung state dipilih melalui pemilu, sebuah inisiatif nan didorong Partai Republik setelah pengadilan menyatakan kewenangan atas aborsi dilindungi oleh konstitusi negara bagian.
4. Pengaruh Endorsement Donald Trump
Hasil pemilu pembukaan juga menjadi malam nan baik bagi kandidat nan didukung Donald Trump. John James memenangkan nominasi Gubernur Michigan dari Partai Republik. Di Kansas dan Washington, kandidat favorit pilihan Trump juga sukses meraih kemenangan.
Meski demikian, pengaruh Trump tidak sepenuhnya mulus. Di Michigan, Thomas Smith sukses mengalahkan kandidat nan didukung Trump, Amir Hassan, meskipun Smith sebenarnya telah mengundurkan diri dari pencalonan bulan lampau namun namanya tetap tercantum di surat suara. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·