Kemenag Terbitkan 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab untuk Madrasah

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Kemenag Terbitkan 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab untuk Madrasah Dirjen Pendis Kemenag Amien Suyitno(Dok Istimewa)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menyediakan 90 buku digital Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab bagi siswa madrasah nan dapat diakses dan diunduh secara cuma-cuma melalui laman resmi Kementerian Agama. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penerapan kurikulum sekaligus memperluas akses terhadap bahan ajar nan berkualitas.

Dari total 90 kitab tersebut, sebanyak 58 merupakan Buku Teks Utama (BTU) mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta Madrasah Aliyah (MA). Sementara 32 kitab lainnya diperuntukkan bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Program Keagamaan (MAPK).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno mengatakan bahwa seluruh kitab telah disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran di madrasah.

"Kita sudah siapkan 90 kitab mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Semua bisa diunduh melalui website Kementerian Agama secara gratis," kata Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurutnya, penyediaan kitab digital tersebut diharapkan mempermudah pembimbing maupun peserta didik dalam memperoleh bahan ajar sekaligus memperkuat budaya literasi.

"Ini semua kita siapkan untuk memudahkan siswa dan pembimbing madrasah, sekaligus menjadi langkah kami untuk ikut berkontribusi dalam penguatan literasi," sambungnya.

Amien menjelaskan, publikasi Buku Teks Utama merupakan penyelenggaraan petunjuk Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan nan menugaskan pemerintah menyediakan bahan ajar bermutu.

Ia menegaskan proses penyusunan kitab dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan beragam pihak agar kualitasnya terjaga.

"Buku-buku ini ditulis dengan tahapan dan penjenjangan nan terorganisir. Penjaringan penulis secara ketat, telaah oleh reviewer, pertimbangan oleh penilai dan juga diawasi oleh supervisor dengan pelibatan penuh PBAL2K (Pusat Penilaian Buku Agama Lektur dan Literasi Keagamaan) Kemenag RI," ujarnya.

Selain menjamin kualitas isi, Kemenag juga memilih format digital agar kitab lebih mudah diakses oleh masyarakat.

"Buku ini disajikan dalam format digital agar lebih efisien serta memudahkan akses pembimbing dan siswa," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menjelaskan publikasi BTU merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

BTU tersebut mencakup mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab untuk jenjang MI, MTs, serta MA/MAK. Selain itu, Kemenag juga menerbitkan kitab unik untuk MAPK nan meliputi Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Fikih, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, dan Bahasa Arab dengan pengantar berkata Arab.

Nyayu mengatakan materi dalam BTU dirancang sesuai tingkat perkembangan peserta didik. Untuk siswa MI dan MTs, penyajian dibuat lebih interaktif agar nilai-nilai Islam nan ramah dan inklusif dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun bagi siswa MA, materi disusun lebih analitis sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

"Materi ajar BTU ini dikemas dengan pendekatan nan mudah dipahami guna membentuk karakter dan moral nan kokoh. Pada jenjang MI dan MTs, materi disajikan secara interaktif agar siswa dapat mengamalkan nilai-nilai Islam nan ramah dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari. Untuk siswa di tingkat menengah atas, materi BTU dirancang dengan kajian nan lebih mendalam guna membekali mereka menghadapi tantangan era modern," jelas Nyayu Khodijah.

Ia menambahkan, BTU juga mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) nan berdasarkan Panca Cinta, ialah Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta Tanah Air.

Menurut Nyayu, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi pembelajaran di madrasah untuk membentuk peserta didik nan tidak hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga mempunyai karakter moderat.

"Murid madrasah tidak saja dibekali dengan pengetahuan tetapi juga dilatih menjadi insan nan mempunyai langkah berpikir, bersikap, dan bertindak moderat," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa moderasi nan dimaksud tercermin dalam sikap toleran, saling menghormati, tidak menyatakan kebenaran secara eksklusif, menolak segala corak kekerasan, serta menghargai budaya lokal.

"Moderat nan dimaksud adalah bersikap saling toleran, saling menghormati, menghindari sikap klaim kebenaran eksklusif (memandang betul sendiri), menghindari tindak kekerasan baik bentuk maupun psikis, dan menghormati budaya local," ujarnya.

Lebih lanjut, Nyayu menyebut BTU merupakan arsip nan berkarakter bergerak sehingga dapat terus disempurnakan sesuai perkembangan kebutuhan pendidikan. Karena itu, Kementerian Agama membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan saran maupun masukan.

Ia juga menegaskan bahwa siswa MAPK memperoleh materi pengayaan nan lebih spesifik melalui kitab digital nan memuat kajian literasi tingkat tinggi, pembahasan teologi dari beragam perspektif, studi komparasi mazhab, hingga penguasaan tata bahasa Arab tingkat lanjut.

"Kementerian Agama juga menyediakan materi pengayaan keilmuan nan sangat spesifik bagi siswa Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK). Buku-buku digital unik MAPK ini memuat kajian literasi tingkat tinggi, pemahaman teologi dari beragam perspektif, studi komparasi mazhab, hingga penguasaan tata bahasa Arab lanjutan," tandasnya. (H-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia