Kemenag Ajak Masyarakat Tebar Kedamaian Momentum 1 Muharam Tahun Baru Islam 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kemenag Ajak Masyarakat Tebar Kedamaian Momentum 1 Muharam Tahun Baru Islam 2026 Umat Islam mengikuti zikir akbar menyambut Tahun Baru 2026 di Masjid Baiutl Khairaat, Palu, Sulawesi Tengah(. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/tom.)

UMAT Islam di Indonesia menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah alias Tahun Baru Islam 2026 dengan semangat memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian sosial. Momentum pergantian tahun hijriah ini dinilai tidak hanya berarti spiritual, tetapi juga menjadi rayuan untuk membangun solidaritas dan menghadirkan kedamaian, termasuk di ruang digital.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat mengatakan bahwa Muharam membawa pesan hijrah nan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan sikap menuju kehidupan nan lebih baik dan berfaedah bagi sesama.

"Refleksi Muharam membujuk kita bertanya pada diri sendiri, apakah ibadah nan kita lakukan selama ini sudah menghadirkan faedah bagi lingkungan sekitar. Kesalehan nan ideal adalah kesalehan nan bisa menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama," kata Arsad, dikutip Senin (15/6).

Ia menjelaskan, aliran Islam melalui Surat Al-Ma’un menegaskan bahwa keberagamaan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah individual semata. Kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan golongan rentan merupakan bagian krusial dari penerapan nilai kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari.

Arsad menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan beragam program pemberdayaan nan dijalankan Kementerian Agama, mulai dari penguatan kegunaan masjid hingga optimasi amal dan wakaf untuk membantu masyarakat. Karena itu,  Muharam dinilai tepat dijadikan momentum memperkuat budaya berbagi dan gotong royong.

"Jangan sampai ibadah hanya berakhir pada ritual. Muharam mengingatkan kita bahwa keberagamaan kudu melahirkan empati, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi mereka nan membutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi menyoroti pentingnya menghadirkan semangat hijrah di ruang digital. Menurutnya, media sosial sekarang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehingga kudu dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan nan positif dan menyejukkan.

Ia menilai, menjaga kedamaian tidak hanya dilakukan melalui tindakan nyata, tetapi juga lewat komunikasi nan santun dan bertanggung jawab di bumi maya. Masyarakat pun diimbau lebih bijak dalam menyampaikan info maupun pendapat di media sosial.

"Hijrah di era digital berfaedah mengubah langkah kita berinteraksi. Jemari kita kudu menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, inspirasi, dan pesan-pesan nan menyejukkan, bukan sebaliknya," ujar Ismail Fahmi.

Menurut Ismail, para penyuluh kepercayaan mempunyai peran krusial dalam memperluas literasi keagamaan nan ramah dan mudah dipahami masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan bisa memperkuat penyebaran pesan keagamaan nan menumbuhkan optimisme, persaudaraan, serta kepedulian sosial. "Semangat tersebut juga sejalan dengan penguatan ekosistem jasa keagamaan nan inklusif sebagaimana terus didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar. Melalui momentum 1 Muharam 1448 H (Tahun Baru Islam 2026), masyarakat diharapkan tidak hanya memperbarui semangat spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan faedah dan kedamaian bagi lingkungan sekitar," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia